Pemprov Alokasikan Stimulus Ekonomi Rp278 Miliar

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah memimpin Rakor didampingi Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, H. Ridwan Syah, Jumat, 15 Mei 2020. (Suara NTB/humasntb)
top ads

Mataram (Suara NTB) – Dalam menggerakkan ekonomi lokal di tengah pandemi Covid-19, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran untuk stimulus ekonomi sekitar Rp278 miliar. Berasal dari dua sumber anggaran, yakni Belanja Tidak Terduga (BTT) yang merupakan hasil realokasi dan refocusing anggaran sebesar Rp90 miliar.

Kemudian kegiatan-kegiatan atau proyek fisik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebesar Rp188 miliar yang dialihkan menjadi program padat karya tunai.

Iklan

‘’Untuk stimulus ekonomi itu, kita siapkan semuanya Rp278 miliar,’’ sebut Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP dikonfirmasi usai Rakor bersama OPD terkait di Kantor Gubernur, Jumat, 15 Mei 2020.

Khusus untuk anggaran stimulus ekonomi sebesar Rp90 miliar, kata Ridwan dipergunakan untuk penguatan IKM dan UMKM. Selain itu, anggaran sebesar itu juga dipergunakan membantu petani, nelayan dan peternak supaya tetap berproduksi di tengah pandemi Covid-19. ‘’Sehingga tetap menjaga ketahanan pangan kita,’’ katanya.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini menjelaskan, alasan perlunya IKM dan UMKM mendapatkan stimulus ekonomi. Karena IKM dan UMKM terkena dampak pandemi Covid-19. Dengan kondisi ekonomi nasional dan daerah seperti ini, maka salah satu cara menolong IKM dan UMKM agar tetap bertahan dalam kondisi pandemi Covid-19 adalah dengan membeli produk mereka.

Hal inilah yang dikombinasikan Pemprov NTB dalam program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Selain memberikan stimulus ekonomi, Pemprov membeli produk-produk IKM dan UMKM menjadi paket bantuan sembako dan suplemen yang diberikan kepada keluarga miskin  penerima manfaat.

‘’Kita membantu mereka supaya tetap berproduksi. Membantu dengan peralatan, mesin dan lain-lain. Misalnya membantu UMKM yang membuat minyak kelapa dengan peralatan atau mesin. Sehingga mereka bisa berproduksi dan ada pasarnya,’’ jelas Ridwan.

  Awal Januari, KSB Gelar Mutasi Besar-Besaran

Dalam pemberian stimulus ekonomi kepada IKM dan UMKM ini, kata Ridwan dipikirkan dari hulu sampai hilirnya. Mulai dari ketersediaan bahan baku, bantuan peralatan atau mesin, memfasilitasi perizinan hingga memastikan pasarnya.

Sedangkan untuk anggaran stimulus ekonomi sebesar Rp188 miliar, merupakan kegiatan yang berada di setiap OPD. Namun kegiatan tersebut diarahkan untuk pekerjaan yang mengarah ke stimulus ekonomi. Misalnya, Pokir DPRD yang berada di sejumlah OPD, kegiatannya sudah teken kontrak. Seperti pekerjaan jalan usaha tani, jalan desa, jalan lingkungan, pembenahan fasilitas di desa wisata dan lainnya.

‘’Itu masuk dalam program padat karya dalam stimulus ekonomi. Kita ubah kegiatan OPD untuk stimulus ekonomi. Kita arahkan untuk padat karya sesuai kriteria penanganan Covid-19 dalam stimulus ekonomi,’’ tandas Ridwan.

Pacu Produktivitas UMKM

Dalam Rakor mengemuka, untuk memacu produktivitas UMKM/IKM di daerah ini, Pemprov NTB mengusulkan paket stimulus ekonomi Covid-19 kepada UMKM/IKM. Ada tiga poin dalam stimulus ekonomi tesebut. Yaitu,  membeli dan  menggunakan produk IKM lokal, penciptaan lapangan kerja dan padat karya, dan bantuan pekerja dan dunia usaha terdampak.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang memimpin Rakor dengan seluruh jajaran Kepala OPD lingkup Pemprov NTB  mengatakan, pemberian paket stimulus ekonomi kepada UMKM/IKM di masa pandemi Covid-19 ini, bertujuan untuk  meningkatkan aktivitas dan produktivitas UMKM/IKM di daerah. Harapannya agar dapat memenuhi pasokan kebutuhan lokal kita di NTB. Khususnya untuk paket JPS Gemilang II yang semuanya serba lokal.

Pemberian paket stimulus ekonomi yang diusulkan berupa bantuan industrialisasi permesinan produksi, bantuan bibit bahan baku dan pupuk atau pakan. Dengan adanya stimulus ini, diharapkan geliat industrialisasi UMKM/IKM di daerah akan terus mengalami peningkatan, sehingga akan mampu memenuhi kebutuhan lokal kita di NTB.

  Bandara Hanya Layani Penerbangan Khusus

‘’Seperti telur, kita hanya baru mampu menyediakan 600 ribu butir saja. Padahal kebutuhan lokal kita saja sebanyak 1,3 juta telur,’’ sebutnya.

Menurut gubernur,  UMKM/IKM di daerah ini harus berbasis industrialisasi. ‘’Kalau tidak, UMKM kita sulit untuk maju,’’ katanya. Untuk itu ia berharap paket stimulus ekonomi berupa mesin produksi ini, nantinya juga melibatkan IKM dan sekolah SMK yang memiliki jurusan permesinan.

Dengan demikian, akan ada pembelajaran dalam program ini. Ke depan gubernur berharap di NTB akan ada ‘’mother machine’’ yang akan mampu mencetak mesin-mesin industri di NTB. ‘’Saat ini kita hanya skala kecil menggunakan mesin perkakas yaitu mesin bubut untuk membuat mesin,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu gubernur meminta, di tengah keterbatasan finansial akibat nya wabah Covid-19 ini, Kepala OPD diminta agar lebih aktif dalam membangun komunikasi dan jaringan untuk mencari investor yang tertarik berinvestasi di NTB. Tentunya dengan memberikan insentif seperti kelonggaran pajak, ketersediaan lahan dan ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai. ‘’Kepala OPD bisa mengambil peran sebagai fasilitator untuk menarik minat investor berinvestasi di daerah kita,’’ ujarnya.

Selain itu, untuk keberlangsungan aktivitas produksi UMKM/IKM kita di NTB, gubernur meminta agar mampu memberikan jaminan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan. Hal ini agar kegiatan produksi dapat terus berjalan.

Namun, kalau industri UMKM kekurangan bahan baku, gubernur juga mempersilakan untuk mengambil bahan baku dari luar NTB. ‘’Jadi kita tidak anti dengan bahan baku dari luar,’’ katanya.

Untuk pemasaran, gubernur juga meminta kepala OPD untuk membangun komunikasi dengan industri-industri yang sudah berskala besar. Karena industri besar juga bisa kita jadikan mitra untuk membantu memasarkan hasil produksi UMKM/IKM kita. ‘’Kita jangan anti atau memusuhi industri besar. Karena mereka juga bisa membantu kita dalam memasarkan hasil produksi kita,’’ pungkasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here