Pemprov Alihkan Rp900 Miliar untuk Penanganan Corona

0

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akhirnya mengalihkan anggaran sebesar Rp900 miliar untuk penanganan Corona. Ratusan miliar anggaran yang dialihkan tersebut dari hasil rasionalisasi dan realokasi belanja langsung sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Dalam SKB Menkeu dan Mendagri meminta semua Pemda memotong belanja langsung sebesar 50 persen untuk penanganan Corona. Belanja langsung yang dimaksud adalah belanja barang dan jasa serta belanja modal dalam APBD 2020.

IKLAN

“Dana yang berasal dari realokasi dan refocusing anggaran jumlahnya kurang lebih sekitar Rp900 miliar. Untuk Pemprov NTB,  sesuai SKB Menteri Keuangan dan Mendagri, kita lakukan pemotongan untuk belanja langsung sekitar Rp900 miliar,” kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 22 April 2020 kemarin.

Ratusan miliar anggaran yang dialihkan untuk penanganan Corona ini akan dipergunakan untuk beberapa sektor. Antara lain, untuk pencegahan dan penanganan virus Corona dari aspek kesehatan. Kemudian, anggaran tersebut juga akan dipergunakan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Selanjutnya, akan dipergunakan untuk memberikan stimulus ekonomi. Dan terakhir, anggaran tersebut juga akan dipergunakan untuk menjaga ketersediaan pangan. Sehingga bantuan juga akan diberikan kepada nelayan dan petani terdampak Corona.

“Untuk stimulus ekonomi, secara spesifik memberdayakan UMKM dan IKM supaya tetap berproduksi di tengah kondisi saat ini.  Selain itu, untuk menjaga ketersediaan pangan. Sehingga kita mengarahkan bantuan ini kepada nelayan, peternak dan petani,” kata Ridwan.

Koordinator Bidang Pemulihan Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB ini menjelaskan nantinya akan diberikan bantuan peralatan, mesin dan sarana prasarana untuk 100.000 masyarakat terdampak Corona di luar penerima JPS Gemilang sebanyak 105.000 KK.

Dalam realokasi anggaran tersebut, pekerjaan konstruksi diarahkan untuk program padat karya. Seperti pembangunan jalan lingkungan, jalan desa, pembangunan jalan usaha tani, irigasi pertanian dan lainnya.

Sehingga masyarakat di desa tetap dapat bekerja di tengah kondisi pandemi Corona saat ini. Selain itu, ada juga bantuan hibah sebesar Rp100 juta kepada desa wisata juga dialihkan untuk program padat karya.

Dalam program padat karya tersebut, bahan-bahan yang dibutuhkan juga harus menyerap produksi di desa setempat. Misalnya, di suatu desa wisata akan membangun jalan setapak menggunakan paving block. Maka paving block-nya dibeli dari masyarakat desa setempat yang memproduksi paving block.

“Sehingga ada pekerjaan konstruksi yang memberikan pendapatan bagi masyarakat. Sekaligus mempersiapkan destinasinya,” katanya.

Dalam APBD NTB 2020, sebut Ridwan, Pemprov semula mengalokasikan anggaran dana hibah sebesar Rp3,3 miliar untuk desa wisata. Dengan adanya realokasi anggaran ini maka dialihkan untuk program padat karya di desa wisata.

Untuk menghidupkan IKM lokal, Pemprov juga akan memberikan bantuan peralatan dan mesin kepada IKM-IKM pengolahan di bidang pertanian, peternakan, perindustrian, perikanan  dan lainnya. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp20 miliar.

Bantuan peralatan dan mesin tersebut nantinya akan diproduksi oleh IKM-IKM permesinan yang ada di NTB. Menurut Ridwan, semua mesin-mesin yang dibutuhkan IKM pengolahan sudah bisa diproduksi oleh IKM permesinan.

Pemprov akan memberikan bantuan mesin untuk pengolahan minyak kelapa. Dengan pemberian bantuan mesin tersebut diharapkan IKM-IKM yang bergerak dalam pengolahan minyak kelapa dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, misalnya untuk JPS Gemilang.

“Dalam rangka memberdayakan mereka, kita bantu peralatan dan mesin. Itu bisa dibikin IKM kita. Ketika peralatan dan mesin dibantu bulan ini, sehingga bulan depan mereka bisa produksi lebih banyak minyak kelapa,” katanya.

Pemprov juga akan memberikan mesin pengolah ikan menjadi abon kepada IKM pengolahan bidang perikanan. Rencananya, dalam paket bantuan JPS Gemilang tahap II akan dimasukkan abon ikan.

“Abon ikan akan kita masukkan ke paket JPS Gemilang yang akan datang. Kemarin mungkin hanya telur dan minyak kelapa. Telurnya kita ambil sedikit, kita tambah abon ikan,” tandasnya.

Ridwan menambahkan selain JPS Gemilang, juga akan diberikan bantuan bahan bakar untuk nelayan sekitar 38.000 KK di NTB. Bantuan bahan bakar tersebut dapat berupa BBM dan elpiji 3 Kg. Ia menyebut di Kota Mataram saja bantuan bahan bakar akan diberikan kepada 188 KK nelayan.

“Kita juga lagi merinci masyarakat terdampak lainnya. Misalnya, pedagang pasar, pedagang ikan laut, pedagang ikan tawar. Kita akan bantu gerobak untuk berdagang. Termasuk juga pedagang asongan juga. Jumlah orang terdampak di semua sektor ini hampir 100.000 orang,” pungkasnya. (nas)