Pemprov Alihkan Anggaran Dukungan Penyelenggaraan Haji

Ilustrasi Anggaran (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Setelah adanya kepastian soal tidak adanya pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) 2020. Pemprov mengalihkan anggaran yang semula diperuntukkan mendukung penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Lombok tahun 2020.

Anggaran yang semula disiapkan untuk operasional Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dan biaya makan minum dan honor petugas keamanan di luar Asrama Haji itu akan dialihkan. Belum kita alihkan, nanti berproses. Tapi pasti dialihkan untuk penanganan Covid-19. Karena sudah jelas ibadah haji tidak ada, ujar Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Ahmad Masyhuri, SH dikonfimasi Suara NTB, Rabu, 3 Juni 2020.

Iklan

Ia menyebutkan, dukungan anggaran untuk penyelenggaraan ibadah haji yang disiapkan Pemprov NTB sebesar Rp1,1 miliar dalam APBD 2020. Anggaran sebesar itu dipergunakan untuk biaya operasional TPHD, biaya makan minum petugas keamanan termasuk honor.

Sama juga ada biaya makan minum untuk jemaah dari Pulau Sumbawa untuk pemulangan saja. Total biayanya sekitar Rp1,1 miliar. Tapi yang tersisa di kami Rp900 juta sekian, kurang Rp1 miliar. Itu dikembalikan untuk yang lain. Kami akan komunikasikan dengan TAPD, ucapnya.

Dengan pembatalan keberangkatan haji tahun ini, kata Masyhuri, Pemprov berharap JCH yang batal berangkat agar bersabar. Karena mereka akan diprioritaskan untuk berangkat haji tahun 2021 mendatang.

Dikatakan, apa yang diputuskan pemerintah merupakan langkah terbaik dalam rangka melindungi keselamatan jemaah dari wabah Covid-19. Bagi JCH yang mau mengambil uangnya pelunasan BPIH juga diperbolehkan.
Yang jelas Kemenag mengatakan ada pengembalian untuk pelunasan, bukan pokoknya. Pokoknya Rp25 juta. Lebihnya penyetoran pelunasan. Itu yang bisa diambil, katanya.

Dengan tidak ditiadakannya haji 2020, sebanyak 4.499 JCH NTB yang batal diberangkatkan tahun ini. Terdiri dari JCH reguler 4.412 orang, JCH lansia 45 orang, petugas KBIHU 4 orang dan Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) 38 orang.

  Serapan Anggaran Rendah, Diduga Ada Administrasi Tidak Beres

Rincian JCH reguler sebanyak 4.412 orang tersebut, di Kota Mataram 741 orang, Lombok Tengah 752 orangN Lombok Barat 571 orang, Lombok Timur 815 orang.

Kemudian Bima 514 orang, Sumbawa 390 orang, Dompu 259 orang, Kota Bima 223 orang, Sumbawa Barat 144 orang dan Lombok Utara 3 orang. BPIH embarkasi Lombok tahun 2020 untuk jemaah reguler dan lansia sebesar Rp37,33 juta. Sedangkan BPIH untuk TPHD dan KBIHU sebesar Rp71,27 juta. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here