Pemprov akan Usulkan Sebanyak Mungkin Calon Koperasi Modern ke Kemenkop

0
H. Wirajaya Kusuma. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – NTB akan mengusulkan sejumlah calon koperasi modern ke Kementerian Koperasi dan UKM RI. Harapannya, ada koperasi yang akan mewakili provinsi ini. Kementerian Koperasi dan UKM RI menargetkan terbentuknya 500 koperasi modern hingga 2024 mendatang. Tahun ini targetnya 100 koperasi modern sudah terjaring.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, H. Wirajaya Kusuma berharap, dari 100 target koperasi modern tahun ini, diantaranya terdapat koperasi-koperasi di NTB juga terpilih. “Ada beberapa koperasi yang memang kita harapkan. Sudah ada surat edaran nomor 15 tahun 2021 tentang pengembangan koperasi modern dengan kriteria-kriteria. Kita sudah diminta usulkan dan Kementerian yang akan tetapkan,” katanya saat membuka Diklat kepada 30 peserta untuk Akuntansi Berbasis Komputer Bagi Pengurus Koperasi dan 30 peserta Diklat Kewirausahaan Bidang Manajemen Pemasaran Berbasis Teknologi Informasi se NTB di Aula Balatkop NTB, Senin, 28 Juni 2021.

IKLAN

Diskop bahkan akan mengusulkan sebanyak mungkin koperasi-koperasi yang dianggap memenuhi ketentuan. Agar lebih banyak koperasi yang mendapatkan intervensi langsung dari pemerintah pusat untuk pengembangan koperasi modern. Cirri khas koperasi modern ini seperti diketahui, menggunakan tata kelola sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola koperasi modern. Dapat menyesuaikan dengan kondisi kekinian, terdigitalisasi.

“Saya lihat sudah ada beberapa koperasi yang potensi untuk itu. Kita punya ada beberapa koperasi syariah misalnya di Lombok Timur, termasuk Koperasi Griya Trust miliknya Lombok Royal Property. Itu kan sudah SDMnya modern semua, sarananya sudah seperti perbankan,” ujarnya. Seperti diketahui, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pada 2021 ini mampu mencetak 100 koperasi modern dan mendorong sebanyak 2,5 juta usaha mikro bertransformasi menjadi sektor formal.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan langkah ini, pemerintah menargetkan mampu menaikkan kontribusi ekspor sebesar 15,26 persen, meningkatkan rasio kewirusahaan menjadi 3,55 persen, menaikkan rasio kredit perbankan di atas 20 persen, serta kemitraan strategis antara UMKM dan usaha besar. Untuk mendorong target penciptaan koperasi modern dan UMKM naik kelas, Kemenkop UKM akan melakukan pemetaan risiko usaha. (bul)