Pemotongan TKD 50 Persen Untuk ASN Tidak Masuk Pasca Lebaran

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengintruksikan masing masing SKPD untuk menyerahkan data keseluruhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak masuk kerja pasca libur lebaran. ASN  yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, akan dikenai pemotongan Tunjangan Kerja Daerah (TKD) sebesar 50 persen.

Hal tersebut disampaikan Zainul Majdi sebelum memulai rapat persiapan MTQ Selasa, 12 Juli 2016 di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Iklan

“Untuk jajaran pemerintahan provinsi, ternyata ada beberapa pejabat, ada eselon II dan pejabat struktural lainnya yang tidak masuk pasca lebaran. Maka TKD-nya akan dipotong sebesar 50 persen,” jelasnya.

Zainul Majdi juga menjelaskan bahwa pemotongan TKD tersebut berlaku hanya untuk pejabat yang tidak masuk kerja tanpa keterangan secara tertulis di hari Senin, 11 Juli 2016. “Tidak ada artinya buat alasan. Kita akan segera cari payung hukumnya bila perlu kita buat keputusan gubernur, untuk ASN yang tidak masuk kemarin,” katanya.

Diantara keterangan tertulis yang dimaksudkan tersebut berupa surat keterangan sakit, maupun cuti. Ia juga meminta supaya SKPD tidak menutupi perihal tersebut. “SKPD harus memberikan keterangan secara utuh,” pungkasnya.

“Pergub tinggal dilaksanakan dan tidak memerlukan pergub baru dan nantinya akan dikontrol oleh BPKAD,” tutup Gubernur sebelum memulai rapat. (ism)

  Gubernur NTB, Covid-19 dan Gentong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here