Pemkot Tetap akan ‘’Lockdown’’ Belasan Kelurahan Zona Merah

I Nyoman Swandiasa. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Belasan kelurahan di Kota Mataram yang termasuk zona merah penyebaran virus corona akan di “lockdown” pekan ini. Pembatasan aktivitas masyarakat skala mikro ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan tanggal 6 Februari 2021 kelurahan yang masih zona merah Covid-19 adalah Kelurahan Pejeruk, Pejarakan Karya, Kebon Sari, Banjar, Taman Sari, Dasan Agung Baru, Gomong, Kekalik Jaya, Mataram Timur, Cilinaya, Cakra Barat, Monjok Timur, Monjok, Pagesangan, Pagesangan Barat, Tanjung Karang Permai dan Cakra Selatan Baru.

Iklan

Peta sebaran kasus Covid-19 tidak menutup kemungkinan mengalami perubahan tergantung perkembangan kasus setiap harinnya. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menjelaskan, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro tidak jauh berbeda dengan konsep penanganan covid-19 berbasis lingkungan (PCBL) yang diterapkan Pemkot Mataram 2020 lalu. Kebijakan Pemprov NTB dinilai bukan hal yang baru sesuai konsep. “Cuma istilahnya saja berbeda. Pemprov juga mengakui Mataram lebih dulu,” kata Nyoman.

Peta sebaran kasus Covid-19,Kota Mataram masuk zona orange. Pencegahan dan penanganan pun dilakukan melalui tracing, testing dan treatment. Disamping itu, patroli penegakan disiplin protokol kesehatan juga dimasifkan. “Pokoknya kita back to basic,” katanya.

Kebijakan pemprov lockdown lingkungan dan RT/RW pada akhir pekan akan dipedomani. Tercatat belasan kelurahan di Kota Mataram zona merah penyebaran kasus Covid-19. Tetapi pihaknya akan tetap melihat kondisi di lapangan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. “Iya, kita pedomani itu mana kelurahan yang zona merah kita akan lockdown,” terangnya.

Sama seperti disampaikan Nyoman, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, pemberlakuan penanganan covid-19 berbasis lingkungan dan kampung sehat adalah bukan hal yang baru bagi Kota Mataram. Prototipe pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro sebenarnya cerminan dari PCBL dan kampung sehat yang pernah dilakukan sebelumnya.

Menurutnya,PCBL itu juga bentuk nyata pelaksanaan sehingga terjadi pembatasan sosial yang berada pada ujung depan. “Pembatasan sosial itu adalah komunitas masyarakat setempat,” kata Martawang ditemui Kamis, 18 Februari 2021.

Ujung tombak dari keberhasilan program baik itu PCBL, kampung sehat maupun PPKM skala mikro adalah daya dukung masyarakat. Konsep awal PCBL itu adalah partisipasi. Adapun aktivitas masyarakat cenderung mulai longgar dijelaskan Martawang, pemicunya adalah turunnya kasus Covid-19 di Mataram. Namun dipahami, akhir tahun 2020 justru mengalami peningkatan atau lonjakan kasus.

Di satu sisi, penerapan PPKM skala mikro terkendala anggaran. Saat ini, anggaran bantuan tidak terduga yang tersedia Rp3,5 miliar. Anggaran itu tidak memungkinkan untuk mengcover seluruhnya. Persediaan anggaran tersebut juga untuk semua kebencanaan. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional