Pemkot Tawarkan MWP Dikelola Pengusaha

Inilah MWP yang terletak di kompleks Taman Udayana, yang sekarang tengah ditawarkan pengelolaannya oleh Pemkot kepada pihak ketiga. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menawarkan pengusaha atau pihak ketiga untuk mengelola Mataram Water Park (MWP), menyusul tidak maksimalnya pengelolaan oleh pemkot. Kolam renang di MWP dibangun tahun 2010, namun dipandang inefisien dalam pengelolaannya.

Secara kalkulasi pemeliharaan kolam renang membutuhkan anggaran besar. Tahun 2018 ini, Dispora menganggarkan sekitar Rp180 juta untuk mengoptimalkan aset yang mangkrak setelah diresmikan oleh mantan Walikota Mataram, H. Moh. Ruslan (alm). Di satu sisi, pendapatan untuk menutupi biaya pemeliharaan nihil.

Iklan

Disampaikan Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, dioperasionalkan MWP dari sebelumnya tidak pernah berfungsi dan menjadi berfungsi sebenarnya harus diapresiasi.

Dengan keberanian saat itu, dikomunikasikan ke Plt Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana disempurnakan kembali untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. “Tempatnya sekarang representatif. Kita melihat kondisi ini baik,” kata Martawang pekan kemarin.

Kondisi representatif, Pemkot Mataram ingin mengelola secara profesional. Pengelolaan secara profesional dengan catatan kata Martawang, dengan tidak menghilangkan tujuan awal. Yakni, unsur pelayanan publik harus dikedepankan.

Oleh karena itu, pihaknya mencoba menawarkan MWP dikelola oleh pihak ketiga. “Kalau ada pihak ketiga mau mengelola dengan perhitungan dan tujual awal. Kita persilakan,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda ini mengelak setelah diresmikan MWP tak optimal. Kata dia, kolam renang tersebut tetap dimanfaatkan sebagai tempat latihan atlet renang. Dinas Pemuda dan Olahraga telah diminta berkoordinasi dengan sekolah – sekolah, agar mengarahkan siswanya berlatih di sana.

Secara fungsi MWP dihajatkan untuk tempat rekreasi dan peningkatan prestasi. Martawang mengharapkan, pihak ketiga yang bakal mengelola memperhatikan prinsip pelayanan publik. (cem)