Pemkot Tak Bisa Penuhi Kekurangan Puluhan Ribu Rumah

Mataram (Suara NTB) – Jika dibandingkan jumlah penduduk Kota Mataram yang mencapai lebih dari 400 ribu jiwa, kota ini masih kekurangan rumah. Saat ini jumlah rumah di Kota Mataram sekitar 80 ribu unit. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, rasio ketersediaan rumah harusnya sekitar 100 ribu unit dan saat ini masih kekurangan 20 ribu unit rumah.

Menurut Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, pihaknya tak mungkin memenuhi kekurangan 20 ribu unit tersebut. Sehingga ia tidak menargetkan kapan kekurangan 20 ribu unit rumah itu dapat dipenuhi.

Iklan

“Ndak mungkin pemerintah akan penuhi itu. Maksudnya sejalan dengan kemampuan, kesejahteraan masyarakat. Tentu mereka sendiri akan membangun rumah untuk mereka sendiri. Ndak mungkin pemerintah akan siapkan itu,” jelasnya dikonfirmasi usai menghadiri penanaman pohon di RTH Pagutan, Kamis, 18 Mei 2017.

Hanya saja disampaikan Ahyar, Pemkot Mataram bisa melakukan intervensi melalui kebijakan perizinan. Seperti mempermudah izin bagi para pengembang yang ingin membangun rumah di Kota Mataram. “Perizinan-perizinan kita permudah, kita percepat sesuai ketentuan,” jelasnya.

Di beberapa kelurahan padat penduduk, biasanya satu rumah ditempati dua sampai tiga kepala keluarga. Karena itulah masyarakat di Kota Mataram masih memerlukan rumah.

“Warga masyarakat Kota Mataram masih membutuhkan rumah. Ini membawa konsekuensi terhadap pemanfaatan lahan,” jelasnya. Saat ini pengembang yang membangun rumah subsidi kebanyakan memilih lokasi Lombok Barat.

Salah satu faktornya karena mahalnya harga lahan di Kota Mataram. Menanggapi hal ini, Ahyar mengatakan dalam melakukan pembangunan, pengembang menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.

“Sehingga sebagian dari pengembang itu memilih Lombok Barat. Saya kira itu bagian dari (perhitungan) usaha,” ujarnya.

Keberadaan Mataram yang masuk dalam wilayah metro atau kawasan strategis membuat harga lahan melonjak. Pembangunan perumahan di daerah luar yang berbatasan langsung dengan Mataram menurutnya dapat menjadi penyokong Mataram metro.

“Di daerah-daerah lain juga seperti itu. Jadi umumnya warga yang tinggal di Lombok Barat, tapi beraktivitasnya di Kota Mataram,” jelasnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here