Pemkot Siapkan Skenario Tangani Banjir di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Musim penghujan seperti saat ini, Kota Mataram, salah satu kawasan rawan banjir. Penanganannya meski secara komprehensif dan terintegrasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangĀ  (PUPR) tengah menyiapkan skenario untuk penanganan jangka panjang.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura dikonfirmasi, Kamis, 26 Oktober 2017 mengatakan, penanganan jangka panjang banjir maupun genangan di Mataram harus secara terpadu dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Iklan

Sebab, untuk penanganan saluran maupun drainase membutuhkan anggaran besar. Sehingga, pekerjaan ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke Kota Mataram.

Grand desain penanganan banjir yang coba diformulasikan oleh PUPR, yakni penataan ulang infrastruktur dasar seperti drainase dan saluran, normalisasi atau pengangkatan sedimentasi serta pelebaran saluran.

Di tahun 2016 lalu, penanganan sedimentasi dan saluran anggaran Rp 10 miliar. Itupun banyak terserap untuk gaji pasukan biru. Sementara, fisik hanya sebagian kecil saja. Tahun ini, ada kenaikan 10 – 15 persen atau sekitar Rp 12 miliar. Meskipun demikian, porsinya lebih banyak teralokasi untuk operasional.

Oleh karena itu, kata Mahmuddin, di tahun 2018 PUPR akan memperbanyak anggaran saluran dan drainase. Terutama drainase daerah milik jalan. “Kemampuan anggaran kita terbatas. Kita harapan itu dari pusat melalui satker. Provinsi memberikan bantuan seperti perbaikan drainase penanganan permanen. Dari BPBD juga terintegrasi,” kata dia.

Mahmuddin memberikan gambaran, secara umum bahwa dimensi saluran di Mataram tidak mampu menampung volume air seperti kondisi saat ini. Dengan perkembangan pembangunan begitu pesat, daerah resapan semakin sempit. Sementara, air permukaan mengalir tinggi, sehingga jalan jadi saluran.

Daerah rawan banjir di Mataram, yaitu Babakan, Sweta, Jempong, Pagutan Timur, Cakra, Ampenan Tengah, Kekalik dan beberapa titik lainnya. Penyebabnya, selain volume air tidak bisa tertampung oleh saluran, juga sedimentasi saluran tinggi. “Sedimentasi masalah tiap tahun. Sedimentasi tidak pernah habis,” kata dia. (cem)