Pemkot Siapkan Skenario Pemulihan Ekonomi

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah kasus coronavirus disease atau Covid-19 di Kota Mataram mulai melandai. Pekerjaan rumah menjadi tantangan adalah pemulihan ekonomi. Akselarasi pemulihan ekonomi menjadi prioritas. Skenario ini perlu dipersiapkan untuk mendorong peningkatan transaksi.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menjelaskan, pihaknya masih menunggu evaluasi penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat. Dari evaluasi itu diharapkan ada pergeseran level dari kategori level tiga menjadi level dua, sehingga segera diambil sikap untuk dilakukan akselarasi ekonomi di Mataram. “Saya sangat berharap bisa pergeseran level, sehingga ada skenario akselarasi ekonomi, “ terang Walikota, Rabu, 1 September 2021.

Iklan

Skenario yang dipersiapkan adalah pada sektor informal atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah. Walikota menambahkan, akan menyiapkan agenda seperti bazar kuliner dengan menggerakkan pedagang tradisional. Tujuannya memancing masyarakat untuk berbelanja.

Namun demikian, kegiatan itu bisa dilakukan bilamana status Kota Mataram di level dua. “Kalau masih di level tiga belum bisa kita melakukan itu. Kecuali, turun level pasti saya akan buat event itu. Termasuk mengizinkan kembali car free day,” ucapnya.

Sebenarnya demikian kata Mohan, posisi per 28 Agustus dengan kasus aktif sebanyak 4,8 persen dengan angka kematian 3,3 persen dan angka kesembuhan 91,9 persen. Tren kasus mingguan pun terus menurun, setelah mencapai puncak pada 17 Juli sebanyak 590 kasus. Meskipun sempat mengalami kenaikan dan turun lagi.  Sementara, meningkatnya angka kesembuhan memiliki dampak terhadap ekonomi.
Apalagi dari 325 lingkungan terdapat 62,5 persen atau 203 lingkungan dengan 0 kasus atau zona hijau, 1 – 2 kasus sebanyak 30,8 persen atau 100 lingkungan zona kuning, 3 – 5 kasus sebanyak 6,8 persen atau 22 lingkungan dan di atas 5 kasus sebanyak 0 persen.

Hal ini menunjukkan tren positif bagi aktivitas ekonomi di masyarakat. Secara psikologi masyarakat mulai beraktivitas dan ekonomi perlahan beranjak naik. “Setelah penanganan dan pengendalian kasus. Tantangan berikutnya adalah pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Pihaknya optimis dari 62,5 persen lingkungan zona hijau langkah konkrit pemulihan ekonomi akan diprioritaskan, sehingga pelaku usaha di sekotar perdagangan dan jasa segera merasakan dampaknya. Pemulihan ekonomi harus tetap diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional