Pemkot Siapkan Lahan untuk Relokasi PKL

Seorang petugas sedang membersihkan lahan yang telah dipersiapkan untuk menjadi RTH di sekitar Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram, Selasa, 15 Juni 2021. Sebagian dari total lahan tersebut juga ditujukan untuk menampung seluruh PKL yang mengalami penertiban di sekitar area tersebut.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menyiapkan lahan seluas 4 are untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram. Percepatan penataan juga dilakukan untuk memastikan nasib para pedagang tersebut agar tidak mengambang tanpa kepastian setelah mengamali penertiban.

“Kami di Dinas Perdagangan bertugas mengatur penempatan PKL yang ada di seputaran monument itu sampai ke Tembolak Mataram. Seluruhnya berasal dari Kelurahan Jempong Baru, seperti Lingkungan Dasan Kolo,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, H. Amran M. Amin, Selasa, 15 Juni 2021.

Iklan

Pihaknya juga telah menggelar pertemuan awal degan pedagang dan masyarakat setempat yang ditujukan untuk menempati lahan yang disiapkan. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk percepatan proses pengerukan dan pembersihan, sehingga PKL dapat segera menempati lahan tersebut.

“Tapi kita minta jangan diasumsikan seluruh lahan (Seluas 46 are) itu boleh menjadi lokasi PKL. Hanya 4 are yang kita siapkan dengan pengerukan. Itu tanah negara, di luar eks Lesehan Pondok Galih yang dibebaskan pemerintah,” jelasnya.

Pihaknya berharap setelah penataan selesai dilakukan PKL yang menempati lokasi tersebut tidak berebut lokasi strategis. Hal tersebut dinilai akan menjadi masalah tambahan pada upaya penataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Catatan kita yang menghadiri rapat awal kemarin ada sekitar 50 PKL. Dalam perjalanan ini memang bisa bertambah, tapi kami pastikan akan selektif. Jadi yang menempati lokasi itu nantinya akan dicatat sesuai alamatnya, terutama karena tujuan kita mengakomodir masyarakat setempat. Jadi mereka yang prioritas dulu,” ujar Amran.

Pihaknya berharap proses pembersihan dapat segera diselesaikan. Sehingga lahan tersebut dapat segera digunakan tanpa harus menunggu anggaran dari APBD perubahan. Terkait fasilitas lainnya yang dibutuhkan menurutnya dapat dikoordinasikan dengan OPD terkait.

“Semisal kemarin ada aspirasi mereka butuh tenda, nanti kita minta ke OPD yang memiliki tenda supaya memasngkan itu untuk sementara. Jadi tidak harus menunggu APBD perubahan. Karena sesuai instruksi Pak Walikota penataan ini harus cepat dilaukan,” jelasnya.

Terpisah, Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menginstruksikan penataan area sekitar Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram dipercepat. Perbaikan lanskap di lahan seluas 46 are yang telah disiapkan dibutuhkan untuk merefleksikan wajah Ibu Kota Provinsi tersebut.

“Lanskapnya saja yang kita minta supaya segera dirapikan, sisanya (untuk penataan) kita usulkan di APBD perubahan. Saya pikir ini harus dilakukan cepat karena monument itu adalah pintu masuk ke Kota Mataram, dan pelan-pelan ini menjadi ikon,” ujar Mohan, Selasa, 15 Juni 2021.

Selain membenahi tampilan visual di pintu masuk Kota Mataram tersebut. Penataan lahan yang disiapkan menjadi rest area dan ruang terbuka hijau (RTH) juga ditujukan untuk menampung PKL yang saat ini tidak lagi diizinkan berjualan di sekitar kawasan tersebut.

Untuk itu, seluruh organisasi prangkat daerah (OPD) terkait telah diarahkan untuk melakukan pembersihan dengan cepat. Termasuk untuk proses pengerukan dan perobohan bangunan permanen yang masih berdiri di lokasi tersebut.

“Tidak boleh ada konstruksi tambahan di sana. Pelan-pelan ini semua kita bersihkan, supaya bisa cepat tertata. Kalau mengacu pada grand designnya memang tidak mungkin kita lakukan, seperti pembuatan jalan layan dan sebagainya. Itu tidak akan kita lanjutkan. Sekarang kita fokus di pembersihan dulu, kemudian penataannya kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan di daerah juga,” tandas Mohan. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional