Pemkot Siapkan Lahan untuk Pengolahan Sampah Jadi Biogas

Ilustrasi Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan tempat pengolahan sampah organik menjadi biogas di Kota Mataram ditargetkan dapat mulai 2022 mendatang.Untuk itu pihak UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific) melakukan asesmen awal untuk lahan yang dipersiapkan Pemkot Mataram.

“Rencananya pembangunan fasilitas ini di Kota Mataram ini kita tujukan untuk mengantisipasi perubahan iklim (karena gas metana) lewat biodigester.Ada beberapa langkah yang harus dilakukan bersama-sama dengan Pemkot Mataram,” ujar Konsultan UCLG ASPAC Mataram, Fransisca saat ditemui di Kantor Walikota Mataram.

Iklan

Diterangkan, setelah pemerintah daerah menyetujui lokasi pembangunan fasilitas tersebut, maka perlu dilakukan baseline survey dan asesmen awal untuk ketahanan tanah tersebut.“Baru nanti kita finalkan dengan DED (detail engineering design) dan konstruksinya,” jelasnya.

Mengingat program tersebut mengalami penundaan karena pandemi Covid-19, pihaknya berharap seluruh perencanaan awal dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.“Karena ketersediaan lahannya sudah, kita harapkan bisa jalan (untuk konstruksi) 2022 mendatang,” tandasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, M. Nazaruddin Fikri menerangkan fasilitas biodigester dibutuhkan oleh Kota Mataram untuk mengatasi tingginya pembentukan gas metana dari penumpukan sampah yang ada. “Sampah memang menjadi masalah di Kota Mataram.Metanannya bisa mempengaruhi iklim, karena paparannya terus naik merusak ozon.Kita ingin kurangi itu dengan semangat zero waste,” ujarnya.

Jika fasilitas tersebut telah dibangun, maka gas metana yang diubah menjadi biogas akan difungsikan untuk menggerakkan generator listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Cara tersebut dinilai akan efektif mengurangi potensi sampah organik yang ada di tempat pembuangan sementara (TPS) Kebon Talo.

“Cara ini memang tidak bisa mengatasi seluruh potensi sampah di Kota Mataram, tapi sampah organik kita bisa berkurang drastis.Kalau tidak cukup dengan yang di Kebon Talo, ada sampah dari Pasar Kebon Roek yang ada di dekat situ bisa dipakai untuk pemuatan biogas,” jelasnya.

Sampai saat ini Pemkot Mataram telah menyiapkan lahan seluas 1,03 hektare sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut. “Kita sudah siapkan tanahnya dan tim yang sudah dilatih untuk pengoperasioan. Dengan biodigester ini akan mengurangi bahaya iklim kita,” tandasnya.(bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional