Pemkot Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Lalu Martawang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 memastikan sumberdaya untuk penanganan pandemi coronavirus disease (Covid-19) masih tersedia. Salah satunya dilihat dari bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur yang diklaim masih mencukupi.

“Pasien masih bisa kita kendalikan. Kondisi relatif landai, tapi tidak juga mengurangi contact tracing (penelusuran) dan intervensi yang kita lakukan,” ujar Asisten I Setda Kota Mataram sekaligus Plt. Direktur RSUD Kota Mataram, Lalu Martawang saat dikonfirmasi, Kamis, 29 Juli 2021.

Iklan

Menurutnya, sampai saat ini jumlah tempat tidur yang disiapkan di fasilitas kesehatan di Kota Mataram masih mencukupi untuk menampung pasien positif Covid-19. Termasuk untuk ketersediaan oksigen serta obat-obatan yang dibutuhkan.

“Di rumah sakit kita siapkan tiga zona; yaitu merah, oranye dan hijau. Untuk bisa masuk ke ruang isolasi atau zona merah itu, pasien harus menunggu hasil PCR positif. Kalau hasil swab antigen saja yang positif, maka dia akan menunggu di zona oranye dulu, baru nanti mengikuti kalau ada hasil PCR positif. Sampai di sini petugas di IGD kita masih bisa mengendalikan,” jelasnya.

Jika kedepan kasus penularan Covid-19 semakin meningkat, pihaknya siap mengubah zona kuning dan hijau yang disiapkan saat ini menjadi zona merah untuk menampung pasien yang harus menjalani isolasi. Di sisi lain, fungsi tersebut saat ini didukung juga oleh dua rumah sakit darurat yang disiapkan di Hotel Fizz dan Hotel Nutana.

Berdasarkan catatan pihaknya, sampai dengan 29 Juli 2021 pada pukul 10.00 Wita BOR ruang isolasi di RSUD Kota Mataram baru terisi 50,4 persen atau sekitar 58 tempat tidur dari total 115 tempat tidur yang disiapkan. Sedangkan untuk BOR IGD tercatat 70 persen atau 7 tempat tidur dari total 10 tempat tidur yang disiapkan.

Untuk kapasitas tampung rumah sakit darurat juga disebut masih mencukupi, yaitu terisi 26 kamar dari total 40 kamar yang disiapkan di Hotel Nutana. Kemudian 27 kamar terisi dari total 40 kamar yang disiapkan di Hotel Fizz.

“Hari ini juga ada tercatat dua orang pasien meninggal, yang beralamat di Kota Mataram,” ujar Martawang.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi menerangkan tantangan terberat dalam penanganan pandemi Covid-19 saat ini adalah memaksimalkan kapasitas IGD. “Karena agak berat di sana, banyak yang menggunakan,” ujarnya, Kamis, 29 Juli 2021.

Untuk itu, pihaknya mempersiapkan opsi-opsi penambahan BOR IGD jika memang dibutuhkan. Termasuk dengan menggalakkan isolasi mandiri, dengan asumsi masyarakat dan pemerintah dapat bahu-membahu dalam menangani pasien gejala ringan atau tanpa gejala.

“Dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) juga sekarang ada edaran supaya semua dokter bisa melayani konsultasi masyarakat yang isoman dengan gratis. Ini juga sangat membantu. Kedepan, kalau memang dibutuhkan, kita juga siapkan penambahan tempat isolasi terpadu selain yang di Fizz dan Nutana,” tandas Usman. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional