Pemkot Prioritaskan Vaksinasi untuk Ibu Hamil

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram memberikan atensi khususu untuk program vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil di Kota Mataram. Kepala Dikes Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menyebut sampai saat ini rasa khawatir masyarakat terkait program tersebut menjadi kendala utama di lapangan.

“Ini memang berat, karena masih ada kekhawatiran dari ibu hamil. Namanya juga orang hamil, jadi ada ketakutan itu (terkait efek samping vaksinasi),” jelas Usman, Jumat, 27 Agustus 2021. Untuk itu, pihaknya megoptimalkan sosialisasi melalui koordinator di masing-masing Puskesmas.

Iklan

Diterangkan, vaksinasi ibu hamil juga dibutuhkan untuk mencapai tingkat vaksinasi merata sehingga herd immunity atau kekebalan kelompok dapat muncul. Selain itu, ibu hamil dinilai memiliki sistem imunitas tubuh rendah sehingga rentan terhadap penularan virus, termasuk Covid-19.

Karena itu kelompok ibu hamil juga menjadi prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 yang tengah digencarkan. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran (SE) KEMENKES RI nomor HK.02.02/I/2007/2021, tentang Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang menyatakan ibu hamil dapat menerima vaksinasi Covid-19.

Pelaksanaan vaksinasi ibu hamil menggunakan tiga jenis vaksin. Antara lain mRNA Pfizer, Moderna dan Sinovac yang disesuaikan dengan ketersediaan stok vaksin. Untuk pemberian dosis pertama dilakukan pada trimester kedua kehamilan, dan untuk dosis kedua disesuaikan dengan interval dari jenis vaksin.

“Ini sudah siap dilayani di Puskesmas. Sehingga kita minta juga Puskesmas mengumpulkan mereka (ibu hamil, Red) supaya bisa mendapat vaksinasi,” ujar Usman. Satgas Covid-19 Kota Mataram telah menargetkan sekitar 2.000 orang ibu hamil dapat menerima vaksinasi Covid-19 tersebut.

Menurut Usman, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ibu hamil untuk mendapatkan vaksinasi. Berdasarkan SE Kemenkes syarat tersebut antara lain tekanan darah di atas 140/90 mmHg tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 dan dirujuk ke rumah sakit. Ibu hamil yang memiliki gejala seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, dan pandangan kabur akan juga ditinjau ulang untuk menerima vaksinasi dan dirujuk ke rumah sakit.

Jika mempunyai penyakit jantung, asma, DM, penyakit paru, HIV, hipertiroid, ginjal kronik, dan penyakit hati harus dalam kondisi terkontrol. Jika mengidap penyakit autoimun harus dalam kondisi terkontrol dan dapat persetujuan dokter.

Jika memiliki riwayat alergi berat harus mendapatkan pemantauan khusus apalagi setelah mendapatkan vaksinasi untuk mengantisipasi munculnya efek samping. Jika ibu hamil sedang mendapat pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi darah, mendapat pengobatan kortikosteroid atau kemoterapi maka vaksinasi akan ditunda dan ibu hamil dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi batasan umur (kehamilan) juga sekitar 17 minggu ke atas (empat bulan ke atas, Red). Kalau memang ada sesuatu, nanti kita konsultasikan juga dengan dokter obgyn atau dokter kandungan,” tandas Usman. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional