Pemkot Persiapkan Hotel Melati bagi Penonton MotoGP

0
Seorang pejalan kaki melintas di depan salah satu hotel melati di kawasan Cakranegara, Rabu, 5 Januari 2022. Hotel melati dipersiapkan sebagai tempat penginapan penonton MotoGP pada Maret 2022 mendatang. Pengelola hotel melati harus memenuhi standar CHSE. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mulai mempersiapkan hotel melati sebagai tempat penginapan penonton MotoGP. Pasalnya, hotel berbintang di Mataram telah habis dipesan. Pengelola hotel melati wajib memenuhi standar cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE).

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, rapat secara virtual bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Selasa, 4 Januari 2022 terkait kesiapan pelaksanaan penyelenggaraan MotoGP yang akan digelar pada Maret 2022 mendatang.

IKLAN

Sebelum balap motor kelas dunia itu dimulai, diawali dengan pramusim pada Februari mendatang. Berkenaan dengan itu, seluruh aspek di sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah perlu dipersiapkan. “Kemarin mantan Panglima TNI, bapak Marsekal Hadi Tjahjanto mempresentasikan rencana persiapan,” kata Martawang ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 5 Januari 2022.

Sembilan isu strategis disampaikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan event internasional tersebut. Di antaranya, persiapan infrastruktur di arena maupun luar arena sirkuit Mandalika, transportasi, parkir, drainase, penginapan dan lain sebagainya. Rencananya sambung Martawang, rumah-rumah warga akan dipercantik yang mencerminkan rumah-rumah suku adat Sasak. Selain itu, kesiapan hotel di dalam wilayah ITDC, hotel melati maupun rumah penduduk yang dipersiapkan sebagai tempat penginapan penonton.

Khusus Kota Mataram sebagai daerah pendukung penyelenggaraan balap motor kelas dunia tersebut, pihaknya memiliki komitmen menyiapkan akomodasi dan event untuk memeriahkan MotoGP. “Informasinya saat ini hotel bintang di Mataram sudah habis dipesan oleh tamu,” sebutnya.

Untuk mengakomodir tingginya kunjungan maka dipersiapkan hotel melati sebagai tempat penginapan wisatawan yang akan menyaksikan balap motor tersebut. Syaratnya, hotel melati harus memenuhi standar cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE).

Dia memahami pemenuhan standarisasi sangat berat. Tetapi Kementerian Pariwisata akan mendampingi hotel melati di Kota Mataram untuk memenuhi persyaratan tersebut. “Nanti ada pendampingan dari Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Paling penting menurut Martawang adalah, dampak ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat. Skenario dipersiapkan adalah souvenir tidak saja disediakan di lokasi balap motor, juga disediakan di sentra-sentra kerajinan. “Seperti di Mataram ada kerajinan emas-mutiara. Jadi di Sekarbela nanti disiapkan souvenir itu,” demikian kata dia. (cem)