Pemkot Optimis Geliat Ekonomi Segera Membaik

Seorang perajin menunjukan hasil kerajinan dari sampah yang dijual pada kegiatan Mall NTB pada Jumat, 19 Maret 2021. Aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan seiring melandainya kasus Covid-19. Pemkot Mataram optimis geliat ekonomi akan semakin membaik. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram bersama TNI – Polri menggelar olahraga tiga pilar. Kegiatan itu menandakan mulai dilonggarkannya aktivitas masyarakat. Pelonggaran aktivitas secara akselaratif terhadap pergerakan ekonomi. Geliat ekonomi di Kota Mataram segera membaik.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menjelaskan, kegiatan olahraga tiga pilar sebagai penanda bahwa aktivitas masyarakat berangsur-angsur mulai dilakukan pelonggaran seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 melandai. Pelonggaran aktivitas diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat secara leluasa berinteraksi sosial maupun ekonomi. Kendati demikian, protokol kesehatan harus tetap dikedepankan agar tak terjangkit virus corona. “Kegiatan ini untuk memotivasi dan menyemangati masyarakat mulai beraktivitas normal walaupun sepenuhnya tidak leluasa,” kata Mohan dikonfirmasi Jumat, 19 Maret 2021.

Iklan

Kegiatan skala besar seperti pesta perkawinan dan kegiatan keagamaan mulai membaik. Artinya, secara perlahan pergerakan ekonomi berangsur mulai pulih. Mohan bersyukur bahwa tingkat okupansi hotel mulai naik 10-15 persen. Demikian pula, transaksi daring pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang memasuki digitalisasi juga membaik. Hal ini bisa menjadi gambaran bahwa pergerakan ekonomi terus bergerak meskipun di tengah pandemi.

Dari catatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, jumlah kasus positif mencapai 2.561 jiwa. Di antaranya, 2.369 orang dinyatakan sembuh, 68 orang masih dalam perawatan atau isolasi dan 124 orang meninggal dunia. “Kondisi pandemi ini memang juga harus tetap jadi perhatian,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya harus optimis geliat ekonomi di Mataram akan membaik. Sikap optimis yang ditunjukkan Mohan setelah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan signal akses pariwisata akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Kebijakan ini tentunya tidak terlepas dari pertimbangan serta kajian dimiliki oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah mendukung dan mensyukur kebijakan itu. Hal itu juga menandai recovery situasi pandemi Covid-19 saat ini. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional