Pemkot Mataram Targetkan Kemiskinan Turun 1,2 Persen

ilustrasi Rumah Kumuh (Suara NTB/dok)

Mataram (suarantb.com) – Angka kemiskinan di Kota Mataram masih berada pada angka 10 persen dari 400 ribu lebih jumlah penduduk. Pada tahun berikutnya penurunan kemiskinan ditargetkan 1,2 persen.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Jum’at, 2 Desember 2016. Menurutnya angka 1,2 persen sudah mencapai angka maksimal yang dapat diupayakan Pemkot Mataram, disesuaikan dengan kemampuan finansialnya.

Iklan

“Kita coba rasionalkan sesuai dengan kemampuan, karena ini kan menyangkut kemampuan daerah, kemampuan fiskal kita juga dalam menangani kemiskinan ini,” ujarnya.

Kendati target penurunan tidak terlalu tinggi, ia mengatakan hal tersebut lebih efektif jika dibandingkan dengan target tinggi yang kemungkinan pencapaiannya rendah. Dengan target 1,2 persen dalam setahun, serta terus-menerus dilakukan di tahun-tehun berikutnya, permasalahan kemiskinan di Kota Mataram dapat terselesaikan.

“Kita sepakati 1,2 persen itu setahun. Dan itu real yang bisa kita lakukan. Itu sudah upaya maksimal kita. Tapi target itu terus bisa kita lalui, bisa kita capai 1,2 setiap tahun. Saya pikir ini lebih positif daripada kita tentukan target terlalu tinggi,” paparnya.

Dalam APBD Kota Mataram sendiri, program pengentasan kemiskinan selalu dianggarkan di setiap SKPD. Sebab, persoalan kemiskinan merupakan salah satu prioritas penting Kota Mataram selain persoalan pendidikan dan kesehatan.

“Kita bicara soal kemisikinan, pendidikan, kesehatan, itu semua ada kaitannya,” tambahnya. Oleh sebab itu, anggaran untuk kemiskinan tersebut dimasukkan dalam berbagai program kegiatan di semua SKPD.

Sementara itu urbanisasi penduduk menurut Mohan tidak memiliki banyak pengaruh terhadap peningkatan jumlah warga miskin di Mataram. Masyarakat urban pada umumnya adalah masyarakat terdidik yang dinilai cukup siap menghadapi pola hidup perkotaan. Dengan demikian, masyarakat urban tidak memiliki sumbangsih yang besar terhadap persoalan kemiskinan di Kota Mataram.

  Siswi SMKN 6 Mataram, Bersaing Jadi Duta Berprestasi Nasional

“Saya melihat fenomenanya mereka yang urban ini rata-rata adalah masyarakat terdidik (educated people). Kalaupun ada, saya pikir pengaruhnya terhadap populasi kemiskinan kita tidak terlalu signifikan,” pungkasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here