Pemkot Mataram Siapkan Anggaran Insentif Nakes

I Nyoman Suandiasa.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram sedang menyiapkan anggaran untuk memberikan insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19. Pengalokasian dikonsultasikan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar tidak melanggar ketentuan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suandiasa menyampaikan, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Mataram, sedang mencarikan formula penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memberikan tunjangan pendapatan (insentif) bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. Intervensi ini mengisi celah kosong yang memungkinkan kebijakan tersebut diperbolehkan oleh pemerintah pusat.

Iklan

“Kita kembali ke regulasi untuk manuver anggaran,” kata Nyoman dikonfirmasi, Selasa, 25 Agustus 2020.

Dia memahami insentif dari pemerintah pusat tidak mengakomodir keseluruhan tenaga kesehatan. Apalagi belakangan muncul kegaduhan pengajuan surat pertanggungjawaban (SPJ) dari salah satu puskesmas hanya menyodorkan nakes berstatus aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, hal ini berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.

TAPD mencoba mengkonsultasikan hal tersebut ke Badan Pemeriksa Keuangan maupun Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan,supaya nakes yang berstatus non ASN juga mendapatkan insentif dari anggaran daerah.

“Seperti yang disampaikan Pak Sekda berulangkali bahwa sedang diupayakan nakes mendapatkan insentif dari daerah. Ini sedang dikonsultasikan ke BPKP maupun BPK,” terangnya.

Data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, dari 50 ASN yang terkonfirmasi positif virus Corona yakni 46 di antaranya adalah tenaga kesehatan. Sebagian besar adalah yang menangani atau kontak langsung dengan pasien Covid-19 di rumah sakit maupun Puskesmas.

Penanganan serta pelayanan tidak ada perbedaan dengan masyarakat. Kebijakan Pemkot Mataram sama memberikan bantuan bagi warga yang terpapar Covid-19. “Tidak ada diskriminasi atau perlakuan khusus bagi nakes. Sekarang 46 nakes sudah dinyatakan sembuh,” tuturnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional