Pemkot Mataram Perlu Buat Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir

Mataram (suarantb.com) – Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang terjadi menjelang puncak musim hujan ini mulai berdampak cukup besar terhadap kondisi lingkungan Kota Mataram. Tak jarang, saat terjadi hujan lebat, muncul genangan di berbagai titik.

Dalam rangka mengantisipasi banjir semakin besar di tahun-tahun mendatang, Pemkot Mataram perlu membuat perencanaan jangka panjang. Demikian disampaikan Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, Amiruddin, M.Si,  Selasa, 13 Desember 2016.

Iklan

Menurut Amiruddin, Pemkot Mataram harus segera membuat perencanaan penanganan jangka panjang terkait permasalahan genangan yang sering terjadi di Kota Mataram. Sebab, genangan yang terjadi makin meluas ke beberapa wilayah yang belum pernah mengalami genangan, serta volume air makin tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Persoalan banjir ini saya lihat setiap tahun genangan-genangan itu semakin banyak lokasi-lokasinya, dan juga semakin tinggi genangan-genangan itu, juga makin lama surut airnya,” kata Amir.

Menurutnya, kendati genangan tersebut belum dikategorikan banjir, akan tetapi genangan tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk melumpuhkan perekonomian masyarakat. Sementara Kota Mataram sendiri menginginkan percepatan pertumbuhan perekonomian.

“Hal ini saya pikir mengganggu. Saya kira grand design itu mendesak, selain solusi jangka pendek,” ujarnya.

Pemkot Mataram harus segera memetakan lokasi-lokasi rawan genangan maupun banjir. Untuk daerah-daerah tersebut juga harus dibuat solusi yang terencana, sehingga Kota Mataram setiap tahunnya tidak harus direpotkan oleh persoalan yang sama terus menerus.
Selain itu, solusi jangka pendek untuk mengatasi genangan juga perlu segera dilaksanakan. Ia menyarankan Pemkot Mataram melakukan penataan saluran-saluran yang kini telah banyak tertutupi oleh bangunan.

“Di daerah-daerah permukiman, saya melihat banyak saluran sudah ditutup permanen oleh pemilik-pemilik (bangunan), terutama di pinggir-pinggir jalan,” jelasnya. Pemkot Mataram harus tegas menyikapi hal tersebut, dengan melakukan pembongkaran terhadap saluran yang ditutup pemilik bangunan. (rdi)

  Warga Korban Banjir Rob Lotim Menolak Relokasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here