Pemkot Mataram Minta Dokumen Aset Ruko Cakranegara ke Lobar

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram meminta dokumen aset ruko di kawasan Cakranegara ke Pemkab Lombok Barat (Lobar). Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi menyampaikan dokumen yang diminta pihaknya ialah dokumen HPL (Hak Pengelolaan) Pasar Cakranegara. Pasar tersebut dibangun saat Mataram masih bergabung dengan Lobar puluhan tahun silam.

Sebelum adanya dokumen ini, Syakirin menegaskan pihaknya belum berani mengambil kesimpulan bahwa ada ruko yang dialihkan kepemilikannya atau dijual di kawasan itu.

Iklan

“Kita telusuri dulu. Belum (berani) kita mengeluarkan statement apa-apa, kita punya dokumen dulu. Siapa yang berani mengatakan pasti dijual? Ini kita menunggu dokumen resmi kita dulu, lagi kita minta ke Lombok Barat, mana sih pengakuan terhadap pasar itu,” jelasnya, Rabu, 26 April 2017.

Walaupun ada beberapa ruko yang telah memiliki sertifikat hak milik, Syakirin mengatakan belum dapat dipastikan ada dugaan penjualan aset milik Pemkot Mataram tersebut. “Belum tentu,” ujarnya. Saat penyerahan aset ini dari Lobar, aset yang diserahkan hanya berbunyi pasar. Batas-batas pasar ini juga harus dipastikan.

“Luasnya ada. Cuma batas-batasnya di mana belum tahu. Sehingga kita masih menunggu (dokumen) HPL itu dari Lombok Barat,” jelasnya. Setelah dokumen HPL tersebut didapat, baru kemudian akan dibahas kembali bersama pihak-pihak terkait.

Penyerahan aset dilakukan pada 1993, tahun terbentuknya Kota Mataram. “Itu (saat) diserahkan namanya penyerahan dari Lombok Barat kepada Kota Madya Dati II Mataram, pada tahun 1993. Termasuk inilah (Pasar Cakranegara) yang diserahkan sama Lombok Barat,” jelasnya.

Dokumen HPL ini disebutkan Syakirin berisi juga penjelasan batas-batas aset tersebut termasuk juga luas lahannya.

Jumlah ruko di kawasan itu disebutkan Syakirin sebanyak 28 unit baik di bagian depan maupun belakang. Ruko yang berada di Jalan Selaparang berada di bawah pengelolaan BKD. Sedangkan ruko di Jalan AA Gde Ngurah dikelola Dinas Perdagangan. Terkait target kerja tim penelusuran aset, ia mengatakan sesegera mungkin dapat dituntaskan.

“Tim akan bergerak setelah melihat HPL. Dasar kita bergerak itu HPL,” tandasnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here