Pemkot Mataram Lantik 74 Pejabat

Mataram (Suara NTB) – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana melantik 74 pejabat struktural dan fungsional di lingkup Pemkot Mataram, Senin, 19 Februari 2018. Pelantikan ini dihadiri oleh Ketua DPRD, H. Didi Sumardi, SH., Sekretaris Daerah, Ir. H. Effendi Eko Saswito serta pimpinan organisasi perangkat daerah, camat dan lurah Lingkup Pemkot Mataram.

Hari pertamanya menjabat sebagai Plt Walikota, Mohan mengingatkan, seluruh pejabat berkomitmen terhadap sumpah yang diikrarkan dan tidak cepat menghancurkan kepercayaan diamanahkan oleh kepala daerah. Sebab, pengisian jabatan sebagai bentuk pembinaan dan peningkatan kapasitas aparatur negara. “Apa yang anda ucapan tidak saja tamu undangan ini yang menyaksikan. Tapi Allah SWT juga menyaksikan,” kata Mohan mengingatkan.

Iklan

Proses mutasi maupun promosi tidak pernah dilihat dari faktor subjek dan objektif, tapi proses akselarasi pemerintahan. Karena, hampir secara keseluruhan jabatan lowong telah terisi. Meskipun di sejumlah kelurahan ada lowong.

Mohan menegaskan, parameter utama rekrutmen secara normatif melihat persoalan kapasitas, latar belakang pendidikan. Tetapi terpenting adalah moralitas, etika serta loyalitas. “Moral dan etika serta loyalitas melebih segala – segalanya bagi kami,” ucapnya.

Dia percaya posisi diberikan tersebut tidak lain meningkatkan efektivitas dan kualitas organisasi perangkat daerah. Yang paling penting, pegawai tidak boleh kelihatan pintar dari pimpinannya. Walaupun secara teknis dan kompetensi memiliki kemampuan dalam bidang tertentu.

Mohan menganalogikan bahwa struktur pemerintah diibaratkan sebagai matahari. Yang kemudian awan membersihkan yang lain sehingga terlihat terang benderang. Di satu sisi, posisinya yang menggantikan peran dan tupoksi Walikota, H. Ahyar Abduh cuti kampanye, ia memiliki keterbatasan kewenangan.

Artinya, Plt tidak boleh mengambil kebijakan strategis dari pejabat definitif. Meskipun demikian, pejabat diharapkan tidak menimbulkan kegaduhan dan merasa tidak nyaman bekerja sehingga merusak ritme birokrasi. “Jika itu terjadi, terpaksa akan saya tarik,’’ katanya.

Kekosongan sejumlah posisi di kelurahan diakui oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Baiq Nelly Kusumawati. Namun, ia tidak mengetahui persis berapa total jabatan lowong tersebut. Untuk pengisian ini akan menunggu instruksi kepala daerah. Apakah secara bersamaan akan dipansel dengan pejabat pensiun. “Sepanjang Plt Walikota menganggap urgen akan kita isi. Kalau menunggu tergantung kebutuhan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi mengatakan, pelantikan ini sebenarnya sebagai manivestasi dari perlunya dilakukan penyegaran terhadap jabatan dan kelembagaan ditunjuk dengan hadirnya kinerja lebih baik dari sebelumnya.

Kinerja dalam arti mewujudkan program, bagaimana mewujudkan pelayanan dan sistem lebih baik. Termasuk terbangun team work mempercepat pelaksanaan tupoksi SKPD. Oleh karena, ia mengharapkan program lebih akselaratif yang berorientasi percepatan pembangunan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional