Pemkot Mataram akan Menyisir Keberadaan Jukir Liar

Mataram (suarantb.com) – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram akan menyisir keberadaan juru parkir (jukir) liar. Keberadaan jukir liar ini disebut sebagai penyebab utama kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) Kota Mataram.

Kepala Dishubkominfo Kota Mataram, H. Khalid mengatakan akan diadakan pembinaan khusus untuk para jukir liar tersebut kemudian bisa ditarik jukir resmi Kota Mataram. Ia mengatakan pungutan uang parkir yang dilakukan jukir liar ini tergolong praktik pungli. Oleh sebab itu, perlu ditindak tegas.

Iklan

Menurutnya, penyebab tidak tercapainya target retribusi parkir adalah karena banyaknya jukir-jukir liar di Kota Mataram yang tidak menyetor retribusi parkirnya ke Dishubkominfo Kota Mataram. “Kita berikan pembinaan supaya para jukir-jukir liar ini tidak liar lagi,” ujarnya, Senin, 24 Oktober 2016.

Adanya dugaan oknum yang membawahi jukir-jukir liar ini akan ditelusuri tim yang telah dibentuk pihaknya. Jika ditemukan adanya kongkalikong antara jukir liar dengan petugas Dishubkominfo, Khalid menegaskan akan langsung menindak bahkan hingga pemecatan. Menurutnya, akan mudah menelusuri oknum-oknum tersebut melalui informasi dari jukir liar yang akan ditertibkan.

Begitu pula dengan jukir resmi, tidak luput dari penyisiran tersebut. Para jukir diwajibkan untuk memakai rompi serta tanda pengenalnya di lapangan. Demikian pula dengan pemberian karcis parkir. Bagi jukir yang tidak menaati kebijakan yang telah diberlakukan oleh Pemkot Mataram tersebut juga akan mendapatkan sanksi.

“Kita sedang rapatkan, jukir-jukir yang tidak menggunakan karcis, tidak pakai seragamnya, kita tindak,” tegasnya. (rdi)