Pemkot Khawatir Kasus Covid-19 Kembali Meningkat

Ilustrasi Penyebaran Covid-19 (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengkhawatirkan terjadinya peningkatan kasus baru coronavirus disease atau Covid-19 gelombang kedua di 2021 mendatang. Libur perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru perlu diawasi secara ketat. Masyarakat diminta lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menjelaskan, secara grafik puncak penularan kasus Covid-19 yang diprediksi bulan Juli lalu justru melandai. Tetapi akhir November ada tren peningkatan kasus. Kondisi ini dikhawatirkan ada gelombang kedua penyebaran virus corona, apalagi sebentar lagi libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. “Justru yang diprediksikan di bulan Juli meningkat malah kasusnya melandai,” jelas Usman ditemui, Senin, 21 Desember 2020.

Dia mengakui, beberapa hari terakhir jumlah kasus mengalami peningkatan. Penambahan kasus baru tidak bisa diklaim berada di lingkungan atau kelurahan, melainkan penularan terjadi pada klaster perkantoran. Klaster perkantoran ini mengalami peningkatan, sehingga perlu diantisipasi bersama. Hasil evaluasi bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19 dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), justru prokes di area perkantoran kendor. “Dari hasil evaluasi Pak Kapolres sebutkan memang prokes di perkantoran mulai kendor,” terangnya.

Usman tidak berhenti mengingatkan masyarakat dan para pekerja di kantor swasta maupun milik pemerintah supaya disiplin menerapkan prokes. Antara lain, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi menegaskan, tim gugus tugas tidak boleh melemah dalam menunjukan kinerja sesuai yang diatur oleh peraturan perundang – undangan berdasarkan tugas dan fungsinya dalam melakukan pencegahan dan penanganan. “Yang pasti tim gugus tugas harus berfungsi secara normal. Bila perlu meningkatkan fungsinya,” tambah Didi.

Menurutnya, paling penting adalah sistem yang tidak bisa terpisahkan harus diawasi kaitannya dengan penerapan program penanganan covid-19 berbasis lingkungan perlu ditingkatkan, sehingga upaya pencegahan terbangun. Program ini dinilai memberikan motivasi keterlibatan masyarakat dalam pencegahan pandemi. Di samping itu, tim gugus tugas terus membangun sinergi dan koordinasi dengan instansi vertikal dan horizontal, sehingga tidak hal lowong yang harus ditangani.

Politisi Partai Golkar ini meyakini bahwa tim gugus telah memiliki peta terhadap penularan virus corona. Dia mengingatkan, pencegahan tidak saja difokuskan pada klaster perkantoran, tetapi pelaku perjalanan dan tempat hiburan juga perlu diawasi secara ketat. “Seperti hotel, restoran dan tempat hiburan saya kira harus diawasi secara ketat,” demikian kata dia. (cem)