Pemkot Kembali Siapkan Vaksin untuk 5.000 Warga

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram menerima stok vaksin coronavirus disease (Covid-19) sebanyak 500 vial. Jumlah tersebut diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat Kota Mataram atas keterbatasan vaksin yang sempat terjadi beberapa waktu belakangan.

Kepala Dikes Kota Mataram, dr. Usman Hadi menerangkan jumlah vaksin yang diterima terbilang cukup untuk memvaksinasi 5.000 orang. Mengingat per satu vial vaksin dapat setara dengan 10 dosis vaksin Covid-19.

Iklan

“Ini nanti kita berikan ke beberapa faskes (fasilitas kesehatan) dan puskesmas yang ada,” ujarnya. Menurut Usman, stok vaksin tersebut memang terbilang masih sedikit. Namun distribusi vaksin selanjutnya dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi diharapkan dapat lebih lancar.

“Karena (habisnya stok) itu tergantung nanti dari animo masyarakat kita. Kemarin saja setiap harinya bisa (habis) 100 vial lebih per hari,” jelasnya. Untuk mencegah penumpukan jumlah masyarakat yang mengajukan vaksinasi di satu faskes tertentu, pihaknya akan membagikan vaksin yang diterima ke masing-masing faskes yang ada. “Mungkin 35 vial per Puskesmas dulu. Sisanya kita bagi ke beberapa faskes yang lain,” sambungnya.

Menurutnya, intensifikasi capaian vaksinasi tersebut memang menjadi bagian penting dari upaya penanganan Covid-19 di Kota Mataram. Terutama untuk mencegah peningkatan kasus konfirmasi positif yang terus terjadi.

Sampai dengan 20 Juli 2021 Satgas Covid-19 Provinsi NTB mencatat total konfirmasi positif di Kota Mataram mencapai 5.099 kasus. Dari jumlah tersebut 4.140 orang pasien dinyatakan sembuh, 788 orang masih menjalani perawatan, dan 171 orang meninggal akibat Covid-19.

Di tanggal yang sama tercatat juga penambahan 83 kasus positif baru, dan 25 orang pasien sembuh baru. Jumlah tersebut terbilang masih cukup tinggi, mengingat pada 19 Juli 2021 tercatat penambahan 109 kasus positif baru, dan 4 pasien sembuh baru.

“Kasus yang meningkat ini karena beberapa faktor. Pertama, pemeriksaan PCR kita bertambah, dan tracing (pelacakan) kita juga terus kita tingkatkan,” jelas Usman. Menurutnya, penambahan data kasus positif Covid-19 di Kota Mataram tidak seharusnya menjadi momok, melainkan dilihat sebagai upaya penelusuran menyeluruh tentang penyebaran virus itu sendiri.

Di sisi lain, pihaknya menekankan agar seluruh masyarakat di Kota Mataram tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) berbasis 5M (memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas). “Itu saja kuncinya. Pegang saja dan tegakkan prokes itu, jangan aneh-aneh. Dengan itu semua semoga kasus kita bisa menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus pihaknya juga memastikan bed occupancy rate (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit tetap mencukupi. Sampai saat ini Pemkot Mataram telah menyiapkan 700 lebih tempat tidur untuk menangani pasien-pasien yang terkonfirmasi positif.

“Kalau ini masih kurang, kita siap membuka sekitar 50 persen lagi untuk ruang isolasi dan ICU. Karena sebagai ibu kota provinsi, Kota Mataram juga tidak boleh menolak perawatan pasien yang berasal dari luar kota. Jadi siapapun itu, harus diterima dan dirawat di sini,” ungkapnya.

Jika melihat total pasien yang menjalani perawatan mencapai 788 orang, jumlah tempat tidur yang tersedia diakui Usman tidak mencukupi. Namun ditegaskan pasien yang tercatat setiap harinya juga menjalani perawatan di faskes tingkat provinsi dan lain-lain.

“Jadi yang ada di RSUD Kota Mataram saja sekitar 250 orang yang diopname untuk kondisi sedang dan berat. Yang ringan dirawat di rumah sakit darurat, dan yang OTG (orang tanpa gejala) itu isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri, disebutnya tetap dalam pengawasan Satgas Covid-19 Kota Mataram. Terutama melalui Puskesmas terdekat di masing-masing kelurahan. “Jadi obat-obatan disediakan dari Puskesmas semua, termasuk pengecekan. Jika ada sesuatu (yang dialami pasien), bisa langsung menghubungi puskesmas terdekat itu,” tandas Usman. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional