Pemkot Kembali Anggarkan Pembangunan Dua Kantor Lurah

H. Effendi Eko Saswito

Mataram (Suara NTB) – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua kantor lurah di Kecamatan Cakranegara. Di samping mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat, juga aset serta data rentan hilang menjadi pertimbangan.

Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menyampaikan, permasalahan dua kantor lurah yakni Cilinaya dan Mayura akan dituntaskan. Anggaran untuk pembelian lahan sudah disiapkan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 mendatang. Polanya apakah dengan membeli lahan beserta bangunannya, sangat tergantung dari kondisi di lapangan. “Ada rumah yang dibeli sesuai dengan anggaran yang tersedia. Tinggal nanti diperbaiki sehingga layak,” kata Sekda ditemui Selasa, 1 September 2020.

Iklan

Anggaran pengadaan kantor lurah sebenarnya telah disediakan. Gara – gara pandemi Covid-19, anggaran dialihkan untuk program pencegahan dan penanganan. Tidak hanya itu saja, refocusing anggaran juga berdampak terhadap rencana pembangunan Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta pekerjaan fisik lainnya.

Menurut Sekda, pembangunan kantor kelurahan sangat penting mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat. Di samping, data rentan hilang serta aset berpotensi rusak menjadi pertimbangan.

Sementara itu, Camat Cakranegara Muhammad Erwan mengatakan, pengadaan kantor Lurah Cilinaya dan Lurah Mayura telah diusulkan ke TAPD. Namun keterbatasan anggaran serta mahalnya harga lahan menjadi kendala. “Sampai sekarang masih sewa atau ngontrak rumah warga,” kata Erwan.

Menurutnya, perlu segera dipikirkan adalah relokasi Kantor Lurah Mayura. Lahan yang digunakan saat ini merupakan aset milik Pemprov NTB. Di satu sisi, Pemprov akan membangun sekolah luar biasa. Alternatifnya adalah menyewa rumah dan disulap menjadi kantor. “Sudah ada rumah yang akan kita sewa,” tandasnya.

Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran untuk membeli rumah di Cakranegara. Tim dari Badan Keuangan Daerah dan Bagian Pemerintahan sudah turun mengecek lokasi serta kondisi bangunan. Pandemi Coronavirus Disease menyebabkan anggaran dialihkan untuk pencegahan dan penanganan. “Tinggal nunggu dari pemda. Tapi malah semua tertunda,” ujarnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menyampaikan, sebenarnya tahun ini Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran untuk pembelian lahan. Sesuai kebijakan kepala daerah bahwa apapun caranya semua kelurahan harus punya kantor. Akan tetapi, pandemi Covid-19 mengakibatkan sebagian besar program tertunda. Agenda pengadaan lahan dialihkan untuk program pencegahan dan penanganan Covid-19. “Sebenarnya tahun ini untuk pembelian lahan,” ujarnya.

Putu menambahkan, lahan di kawasan Cilinaya dan Mayura terbatas dan harganya mahal. Solusi dinilai efektif adalah membeli rumah untuk dijadikan kantor. Selama ini, biaya sewa menghabiskan anggaran Rp50 juta – Rp70 per tahun. Untuk menghemat anggaran setiap tahunnya, ia berharap Covid-19 melandai, supaya anggaran kembali normal dan pengadaan lahan terealisasi.

Terkait Kantor Lurah Mayura akan dibongkar demi keperluan pembangunan SLB. Disampaikan, pihaknya segera merelokasi dan mengontrak rumah sebagai tempat sementara pelayanan administrasi warga. “Dalam waktu dekat kita mencari lokasi pindah kantor,” demikian kata Putu. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional