Pemkot Kekurangan 1.815 Pegawai

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil oleh pemerintah pusat ternyata belum mengatasi masalah di daerah. Formasi diberikan disesuaikan dengan jumlah pegawai pensiun. Seperti halnya di Kota Mataram masih mengalami kekurangan 1.815 pegawai.

Kebutuhan pegawai di Kota Mataram di tahun 2022 secara keseluruhan 6.920 orang. Sementara, besetting 5.105 pegawai. Formasi lowong yang tersebar di organisasi perangkat daerah (OPD) 1.815 pegawai. Usulan calon pegawai melalui rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati dikonfirmasi akhir pekan kemarin, sesuai dengan jumlah formasi yang kosong. Badan Kepegawaian Negara (BKN) selalu memberikan jatah formasi sesuai dengan jumlah pegawai yang pensiun. “Sebenarnya sama saja tidak mengurangi masalah kekurangan pegawai di daerah karena jatah formasi yang diberikan sesuai dengan yang pensiun,” kata Nelly.

Iklan

Kebijakan pengangkatan tenaga guru melalui sistem pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) diharapkan bisa menjadi solusi. Minimal formasi guru selama ini terjadi defisit tertutupi melalui pengangkatan melalui P3K. Nelly menambahkan, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dan BKN meminta kembali usulan pegawai tahun 2022. Pihaknya telah mengajukan 162 formasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis. “Itu kita usulkan diluar tenaga guru. Formasi guru nanti direkrut melalui P3K,” jelasnya.

Nelly tidak memahami kebijakan pemerintah pusat. Di satu sisi, formasi CPNS yang diusulkan tahun 2021 belum keluar. Sementara pemberitaan di media nasional bahwa proses seleksi dimulai bulan Maret dan April. Semestinya, harus ada kepastian sehingga daerah mempersiapkan kebutuhan teknis dan lainnya. (cem)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional