Pemkot Karantina 15 ODP di Wisma Nusantara

Suasana lengang di teras dan halaman Wisma Nusantara, Mataram, Selasa, 7 April 2020. Mereka yang dikarantina berada di dalam kamar masing-masing dengan pasokan logistik yang cukup. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak lima belas orang yang masuk dalam status orang dalam pemantauan (ODP) sebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) masih menjalani proses karantina di Wisma Nusatara Kota Mataram, Selasa, 7 April 2020. Mereka terdiri dari klaster Jakarta dan klaster Jawa Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Mataram, Mahfuddin Noer menjelaskan, sehari sebelumnya jumlah ODP di Wisma Nusantara sebanyak sebelas orang. Namun, pada malam Selasa kemarin, ada penambahan empat orang yang datang dari daerah Pasuruan.

Iklan

“Tadi malam satu dari Pondok Pesantren Dalwa Pasuruan. Yang datang 24 orang kemarin, kita tahan tiga orang untuk menjalani pemeriksaan. Dan kemudian yang datang 50 santri sebelumnya itu kita masih karantina satu orang untuk dicek,” katanya.

Sampai saat ini sebut Mahfuddin, 15 ODP di Wisma Nusatara ada yang dari klaster Jakarta, Pasuruan dan ada penambahan dari Rumah Sakit Bhayangkara. Khusus yang dari RS Bayhangkara sebut Mahfuddin, sengaja dipindah ke Wisma Nusantara untuk menjalani proses karantina. Dari informasi yang didapat Suara NTB, kelima belas OPD, satu di antaranya ada gejala batuk.

“Yang klaster Jakarta kan masih keluarga D, warga dari Monjok Timur itu lima orang. Kita minta dievalusi untuk beberapa hari, karena ada yang punya keluhan batuk,” sebutnya.

Sama halnya dengan model karantina sebelumnya jelas Mahfuddin, Pemkot Mataram akan membolehkan pulang kepada ODP jika tidak menimbulkan gejala.

Selama ini, Pemkot Mataram tak pernah mengkarantina ODP selama 14 hari di Wisma Nusantara. “Belum ada yang diisolasi selama 14 hari di sana. Bahkan, ada yang setengah hari. Begitu prepare, kalau dia dinyatakan sehat, istirahat, kita kasi makan. Mereka rileks, kita pasti kasi pulang. Cuma kalau ada gejala, pasti kita tahan di situ,”  katanya.

Khusus keluarga D yang pernah kontak langsung dengan pasien positif asal Kelurahan Dasan Agung, sejauh ini masih ditahan di Wisma Nusantara. Sejak diisolasi di Wisma Nusantara jelas Mahfuddin, pada Minggu kemarin, Pemkot masih memeriksa kondisi kesehatan kelima anggota keluarganya. “Tergantung petugas nanti, jika mereka dinyatakan sehat kita boleh pulangkan. Sejauh ini memang masih lima belas yang masih di Wisma Nusantara,” tutupnya. (viq)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional