Pemkot Kaji Kemungkinan Pengelolaan Objek Wisata Oleh Pihak Ketiga

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan melakukan kajian terkait kemungkinan pengelolaan seluruh objek wisata oleh pihak ketiga. Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana kepada Suara NTB mengatakan cukup menarik jika objek-objek wisata di kota ini dikelola pihak ketiga. Selain menjadikan objek wisata lebih tertata, dapat juga berkontribusi terhadap PAD dari sektor pariwisata. “Masih kita kaji dulu. Pertimbangkan dulu,” jelasnya, Jumat, 7 April 2017.

Persoalannya menurut Mohan apakah nantinya ada pihak ketiga yang benar-benar tertarik mengelola objek wisata di Kota Mataram. Karena biasanya pihak ketiga akan berorientasi pada bisnis demi meraih keuntungan. Sementara diakuinya objek wisata yang ada di Mataram ini tidak semenarik yang ada di kabupaten lain, khususnya berkaitan dengan wisata alam.

Iklan

“Apakah memang pihak ketiga ini melihat itu sebagai sesuatu yang memang potensial, secara ekonomi lho ya. Karena kalau bicara pihak ketiga tentu mereka juga berpikir harus ada sharing pendapatan,” jelasnya. “Kalau kita di kota tidak ada masalah. Kalau itu dipandang memberi perspektif untuk peningkatan kualitas destinasi kita, dan kemudian ada PAD secara potensial, kami siap untuk itu,” sambungnya.

Masukan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi agar objek wisata di kabupaten/kota dikelola pihak ketiga menurut Mohan sangat berdasar. Bisa jadi karena selama ini pengelolaan oleh dinas terkait dirasa belum maksimal atau banyak keterbatasan. “Di samping barangkali ruang yang harus diurusi terlalu banyak. Tidak apa-apa kalau memang harus seperti itu (ditangani pihak ketiga),” ujarnya.

Sebelum menawarkan objek-objek wisata di Mataram kepada pihak ketiga, Mohan mengatakan harus memetakan dulu mana saja objek wisata potensial. “Karena destinasi wisata kita yang di kota itu kan memang jumlahnya terbatas. Dari sisi daya tariknya barangkali juga tidaklah terlalu (menarik) dibandingkan kabupaten yang lain,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, salah satu objek wisata yang akan dikelola pihak ketiga ialah arung jeram di sepanjang Sungai Jangkok yang mengalir dari Cakranegara-Ampenan. Arung jeram merupakan potensi wisata baru di Kota Mataram yang akan dikenalkan kepada khayalak. “Itu kita siapkan untuk dikelola pihak ketiga. Baru itu yang kita uji coba, keinginan atau kebijakan Pak Gubernur itu kita akan adaptasi di kota,” demikian Mohan Roliskana. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here