Pemkot Izinkan Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Lalu Martawang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mengingatkan kabupaten/kota masuk zona merah dan orange penyebaran coronavirus disease atau Covid-19 dilarang menggelar shalat idul fitri. Mataram masuk daftar daerah tidak diperbolehkan karena tingkat penyebaran kasus Covid-19 masih tinggi atau zona orange. Kendati demikian, pelaksanaan shalat Idul Fitri diperbolehkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. M. Amin menyampaikan, hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri bahwa daerah yang masuk zona merah dan orange penyebaran kasus Covid-19 tidak diperbolehkan melaksanakan shalat Idul Fitri di lapangan. Kebijakan pemerintah pusat ini akan dibahas kembali oleh forum komunikasi pimpinan daerah menyikapi surat edaran Kementerian Agama. “Nanti akan dibahas lagi di tingkat Kota Mataram,” kata Amin ditemui usai rapat di Ruang Kenari,Senin, 3 Mei 2021.

Iklan

Salah satu alternatif agar tetap pelaksanaan shalat idul fitri dilaksanakan adalah dengan memperbanyak tempat. Artinya, tidak terlalu kumpul di satu tempat yang mengakibatkan terjadinya kerumunan. Adapun izin yang telah dikeluarkan oleh Pemkot Mataram terkait pelaksanaan shalat ied di mall tidak diketahui.

Dikonfirmasi terpisah,Asisten I Setda Kota Mataram,Lalu Martawang menyampaikan, pelaksanaan shalat idul fitri tetap diperbolehkan sesuai kesepakatan disampaikan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram. Dengan catatan pelaksanaan ibadah shalat ied tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Dan, penyelenggaraan boleh digelar di mushala,masjid,lapangan atau lokasi lainnya,sehingga tidak menimbulkan kerumunan. “Tetap boleh asal dengan protokol kesehatan ketat,”kata Martawang.

Diakui, Satgas Covid-19 Kota Mataram telah mengeluarkan rekomendasi permintaan shalat idul fitri di Lombok Epicentrum Mall dan Mataram Mall. Rekomendasi dikeluarkan berdasarkan permintaan masyarakat yang berada di sekitar pusat perbelanjaan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar prokes dapat diterapkan secara ketat,sehingga pengaturan jarak,pengecekan suhu bisa dilakukan oleh petugas. “Semuanya itu dalam rangka mengantispasi supaya tidak terjadi penularan,”demikian kata dia. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional