Pemkot Harus Pertahankan 509 Hektar Lahan Abadi hingga Tahun 2031

Salah satu lokasi lahan abadi atau LP2B di Kecamatan Selaparang Kota Mataram yang masih terjaga.(Suara NTB/fit)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram nampak harus memperketat pengawasan. Hal ini menyusul aturan yang mengharuskan Pemkot Mataram mempertahankan keberadaan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) atau lahan abadi. “Jadi luasnya 509 hektare dan itu harus dipertahankan sampai tahun 2031. Jadi tidak boleh hilang yang 509 hektare ini sampai tahun 2031,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Mataram, baru baru ini.

Mutawalli menyampaikan kondisi terkini lahan pertanian di Kota Mataram seluas 1. 483 hektare. Dengan kata lain, masih ada 900 hektar yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Keberadaan LP2B seluas 509 hektar, lanjut dia, diploting pada daerah daerah yang jauh dari pemukiman maupun sarana jalan. “Memang diciptakan begitu supaya tidak ada tarikan tarikan. Masalahnya sekarang ini yang muncul adalah dalam sistem jual beli. Ketika dia membeli lalu mendapat kenyataan bahwa ini LP2B, menjadi persoalan di kemudian hari,” katanya.

Iklan

Mestinya, kata Mutawalli, ada papan sosialisasi yang menginformasikan kepada masyarakat terkait LP2B. Sehingga masyarakat tidak tertipu membeli lahan yang sesungguhnya tidak boleh dibangun. Oleh karena itu, seharusnya DMPPTSP Kota Mataram melakukan pengawasan. “Paling tidak, kalau akan menerbitkan izin, seperti dulu, harus ada surat dari kami yang menyatakan ini adalah masuk LP2B. Sekarang ndak. Pengawasannya seperti apa karena itu di luar kewenangan kami,” terangnya. (fit)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional