Pemkot Gencarkan Razia Masker

Razia masker dalam operasi gabungan di pasar Karang Jasi, Mataram, Rabu, 30 September 2020.(Suara NTB/bay) 

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akan terus menggencarkan operasi gabungan razia masker yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Hal tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa pandemi virus corona (Covid-19) hanya bisa dihadapi dengan upaya bersama untuk saling melindungi.

“Kita akan pastikan bahwa operasi gabungan ini dilaksanakan secara terpadu, tegas, dan terukur,” ujar Plt. Kasat Pol PP Kota Mataram, Lalu Martawang, Rabu, 30 September 2020. Operasi gabungan tersebut tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) NTB Nomor 7/2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 34/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Iklan

Mekanisme pengenaan sanksi dilakukan dengan dua metode. Antara lain pengenaan sanksi denda administratif dan sanksi sosial. Kendati demikian, melalui hasil evaluasi penerapan sanksi sosial ditetapkan akan diperpanjang.

“Kalau sanksi sosial yang selama ini 5 menit, kini kita pastikan 10 sampai 15 menit. Dan bukan hanya nyapu, pilihannya bisa banyak,” jelas Martawang. Dengan mekanisme sanksi tersebut, pihaknya berharap kewajiban penggunaan masker menjadi bagian dari kesadaran masyarakat.

Menurutnya, seluruh pihak terkait siap bergerak untuk memaksimalkan operasi gabungan razia masker di Kota Mataram setiap harinya. Mulai dari Dinas Perhubungan dan TNI-Polri yang bertugas melakukan menyetop pelanggar di jalan, kemudian PPNS Pol PP yang melakukan pencatatan dan pengenaan sanksi.

“Tahapan-tahapannya itu betul-betul kita tegakkan masing-masing, dan semua bekerja dengan tupoksi yang dimiliki,” ujar Martawang. Kendati demikian, pihaknya mengakui adanya beberapa kendala teknis yang masih ditemui di lapangan. Terutama terkait alur penanganan bagi para pelanggar yang kadang masih rancu.

“Kendala-kendala secara teknis, siapa bertugas apa. Bahwa yang kita kedepankan itu adalah operasi gabungan penertiban warga masyarakat dalam rangka menegakkan protokol pencegahan covid-19, itu yang utama. Tapi ada juga pelanggaran lalu lintas, ini yang berikutnya. Prosedur itu kita sepakati untuk sama-sama menaatinya,” tandas Martawang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor, menerangkan sampai saat ini pihaknya terus mendistribusikan masker bagi 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram. Masing-masing kelurahan menerima 500 pcs masker berbagai ukuran untuk dibagikan ke masyarakat.

“Stok kami juga masih ada. Jadi di samping kita distribusikan ke kelurahan, meskipun saat sekarang harusnya sudah penegakkan yustisi terhadap pelanggaran penggunaan masker, sebagai upaya pencegahan pemerintah juga tetap mendistribusikan masker kepada masyarakat,” jelas Mahfuddin.

Diterangkan, sampai saat ini pihaknya masih memiliki stok masker hingga 100.000 pcs yang siap dibagikan kepada masyarakat. Masker-masker tersebut disiapkan dalam berbagai ukuran, baik untuk dewasa maupun anak-anak.

“Stok ini kita antisipasi tetap harus ada, manakala ada permintaan dari masyarakat atau organisasi kemasyarakatan,” ujarnya. Selain itu, masker-masker tersebut juga dipersiapan bagi peserta didik jika proses pembelajaran tatap muka di masing-masing sekolah di Mataram dimulai.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan pendistribusian masker ke area-area publik. Antara lain di pasar tradisional, pusat-pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat wisata yang dinilai berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19. “Itu kita akan kerjasamakan dengan Satgas Covid-19 di BUMN. Kita siapkan masker dalam jumlah yang cukup untuk seluruh masyarakat kita,” tandas Mahfuddin. (bay)