Pemkot Evaluasi Sumber Sampah di Mataram

Operator roda tiga sedang menurunkan sampah di TPS Selagalas, Senin, 26 Juli 2021. DLH Kota Mataram sedang mengevaluasi sumber sampah. Langkah ini mengantisipasi warga dari luar kota membuang sampah ke Mataram. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tumpukan sampah masih ditemukan di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah. Ketidakdisiplinan masyarakat membuang sesuai jadwal dan minimnnya sarana prasarana jadi pemicu. Pengawasan terhadap operator akan diperketat. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi sumber sampah di Mataram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menjelaskan, pihaknya sedang melakukan inventarisasi tempat pembuang sampah. Sampai saat ini, terdapat 10 TPS yang disesuaikan dengan daya tampung dan sumber sampah di Kota Mataram. Dari 10 TPS itu pun, satu TPS di Jalan Airlangga ditutup.

Iklan

Meskipun sembilan TPS dipertahankan justru menjadi persoalan adalah adanya penumpukan sampah sangat besar. Pihaknya sedang melakukan evaluasi terhadap sumber sampah itu. Dia mencatat volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat mencapai 6.240 ton per bulan. “Ini sedang kita evaluasi sumber sampahnya dari mana saja,” kata Kemal dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di aula pendopo Walikota Mataram, Senin, 26 Juli 2021.

Bagian dievaluasi adalah, pertama, sembilan TPS diupayakan secara maksimal untuk penanganan sampah. Kedua, kendaraan operasional akan dibagi ke kelurahan setiap hari. Artinya, pengalihan kendaraan pengangkut sampah itu untuk menihilkan tumpukan di TPS.

Contohnya sebut Kemal, pengangkutan sampah jam 09.00 – 18.00 Wita. Penetapan jadwal ini belum berjalan dengan operator sampah di lingkungan. Karena itu, perlu diagendakan bersama kepala lingkungan dan operator kendaraan roda tiga. Ada 325 operator roda tiga. Ada juga lagi operator yang berasal dari sumber lain seperti pokir dewan atau sumbangan dari pihak lainnya. “Jadwal pengangkutan dan pembuangan sampah ini perlu dicocokkan dengan operator roda tiga,” tandasnya.

Evaluasi lainnya adalah dengan menerbitkan tanda pengenal bagi operator roda tiga. Penggunaan identitas untuk mempermudah mendeteksi dari mana sampah berasal. Tanpa tanda pengenal itu, operator tidak diizinkan membuang sampah ke TPS. Kemal menyebutkan, kasus di TPS Cakra Utara, sampah menumpuk bahkan overload. Semestinya, dua dump truck  cukup mengangkut sumber sampah dari tiga kelurahan. Kenyataannya ditemukan warga dari luar Kota Mataram membuang sampah ke TPS tersebut. “Kita berhasil tangkap orang luar Mataram buang sampah ke sana. Ini dilakukan pada tengah malam ketika tidak diawasi,” tandasnya.

Karena itu, Satgas kebersihan akan dioptimalkan mengawasi secara ketat sembilan TPS tersebut, agar tidak ada lagi sumber sampah yang berasal dari luar Kota Mataram. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional