Pemkot Dorong Masyarakat Buka Usaha Baru

Hariadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja telah mengusulkan 10 ribu warga Kota Mataram masuk sebagai penerima kartu prakerja. Dari peningkatan keterampilan didorong penerima bantuan membuka usaha baru. Selain membuka lapangan kerja, juga membantu pemerintah mengentaskan pengangguran.

“Banyak sekarang anak – anak muda kita buka gerai kopi dan makanan. Ini sangat menjanjikan,” demikian kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi dikonfirmasi pekan kemarin.

Iklan

Kartu prakerja merupakan janji politik dari Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Makruf Amin. Program ini diprioritaskan bagi pemuda yang tidak melanjutkan pendidikan usai tamat sekolah menengah atas (SMA). Kartu prakerja jelasnya, pemerintah memberikan insentif. Insentif diterima Rp3.550.000 untuk biaya pelatihan. Dana akan ditransfer ke rekening

Selain itu, Disnaker juga memberikan pelatihan ke masyarakat untuk membuka usaha baru. Namun disesalkan, warga yang diakomodir sebagai penerima bantuan belum didapat informasi.

Data diusulkan Disnaker 10 ribu. Ini belum termasuk pendaftaran secara mandiri oleh masyarakat. “Itu belum yang daftar lewat online. Kondisi saat ini agak sulit kita mengakses atau menggali informasi,” terangnya.

Ketidakpastian kebijakan dari pemerintah pusat dikhawatirkan akan menjadi tumpang tindih. Usulan 10 ribu penerima bantuan kartu prakerja belum pasti. Pemerintah pusat kembali akan merekrut untuk tahap ketiga.

Program kartu prakerja merupakan salah satu cara pemerintah menjawab permasalahan pengangguran tiap tahun meningkat. Minimnya lapangan kerja tak sebanding dengan tingkat lulusan.

Di Mataram tercatat 12 ribu pengangguran terbuka. Jumlah itu tidak termasuk pekerja terdampak akibat Covid-19. Hariadi menjelaskan, Disnaker rutin memberikan pelatihan kerja. Prioritaskan pemuda yang baru tamat sekolah. Pelatihan disesuaikan dengan kondisi Mataram sebagai pusat perdagangan jasa.

Oleh karena itu, ia mengarahkan agar peningkatan skill dengan membuka peluang usaha baru. “Kita lebih mendorong pelatihannya menciptakan wirausaha baru,” tambahnya.

Hariadi tak membantah pandemi Covid-19 berpotensi menambah pengangguran baru. Tercatat 1.400 karyawan dirumahkan. Memasuki kenormalan baru diharapkan karyawan kembali bekerja. Meskipun ada pembatasan, perusahaan diminta mengatur pola kerja dengan cara bergantian. (cem)