Pemkot Bima Minta Pengalihan Aset Rusunawa

Tampak bangunan Rusunawa di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Pemkot Bima ingin aset pemerintah pusat tersebut dialihkan agar bisa menyumbang PAD, Minggu, 5 September 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, meminta pengalihan aset Rusunawa di Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat. Harapan itu, selain untuk bisa mengintervensi anggaran perbaikan bangunan, juga menjadikan restribusi pengelolaan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bima, Ir. Supawarman kepada Suara NTB di kantornya menjelaskan, bangunan Rusunawa bagi warga miskin itu merupakan aset pemerintah pusat.

Iklan

Karenanya, semenjak mulai ditempati warga pada tahun 2012, fasilitas tersebut tidak menyumbang PAD sedikitpun bagi daerah. “Itu belum masuk PAD. Kenapa kemudian ada penentuan retribusi per bulan, itu ada SK Walikota,” terangnya.

Kendati fasilitas tersebut tidak menjadi sumber PAD, tetapi setiap penghuni berkawajiban membayar retribusi. Besarannya, tergantung penetapan dari pengelola, dalam artian sesuai tingkat kebutuhan biaya listrik, air, gaji satpam dan petugas kebersihan.

Rusunawa dengan 190 kamar itu, menurut dia, sebetulnya sangat berpotensi menambah PAD Kota Bima. Namun karena masih menjadi aset pusat, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Jangankan untuk PAD, mengintervensi anggaran perbaikan bangunan saja tidak bisa dilakukan. “Itu masih milik pusat. Kemarin sudah pernah kita ajukan, secepatnya kalau bisa dialihkan untuk Kota Bima,” harapnya.

Jika permohonan pengalihan aset Rusunawa tersebut mendapat persetujuan pusat, Supawarman menyebutkan beberapa rencana yang akan dilakukan. Antara lain perbaikan kebocoran gedung akibat rembesan air, menata instalasi perpipaan serta lahan parkir dan tempat sampah.

Dari 190 kamar yang ada, tamba dia, baru separuh yang terisi warga kurang mampu, sementara sisanya tak diketahui jelas alasan sampai bisa kosong. “Saya tidak tahu apakah kurang promosi pengelolanya atau air kurang bagus. Semenjak dibangun itu ndak pernah ada perbaikan juga dari pusat,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional