Pemkot Bima Hentikan Belajar Tatap Muka

H. Muhammad Lutfi. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, kembali menghentikan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan tingkat SD/SMP dan SMA sederajat. Hal itu berkenaan dengan penetapan status zona merah penularan Covid-19 oleh pemerintah pusat. Penghentian mulai berlaku 16-29 Juni mendatang, sesuai Instruksi Walikota Bima Nomor 209 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Kelurahan.

Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE., kepada wartawan, Rabu, 16 Juni 2021 menegaskan, aktifitas belajar mengajar di sekolah mulai hari ini akan diliburkan, sebab dalam status zona merah dikhawatirkan muncul klaster peserta didik. “Untuk sekolah kita liburkan, tapi untuk aktifitas kantor kita ambil kebijakan agak moderat 50 persen,” ungkapnya.

Iklan

Sebagaimana instruksi yang dikeluarkan, libur sekolah mulai diberlakukan Tanggal 16-29 Juni. Namun demikian, jika terjadi perubahan status zonasi wilayah di tengah perjalanan, maka akan diberikan kelonggaran sebelum akhirnya dilakukan pencabutan.

Prinsipnya, masyarakat dan elemen terkait harus mentaati apa yang telah menjadi kebijakan pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. “Kalau nanti ada yang melanggar akan diberikan teguran oleh TNI-Polri, seperti kemarin di Kolo dilakukan pembubaran oleh Babin dan Babikamtibmas bersama pemerintah kelurahan,” jelasnya.

Disamping penghentian sementara pembelajaran tatap muka di sekolah, Walikota Bima dalam instruksinya juga menekakan agar wilayah yang belum memiliki posko segera membentuknya, baik pada tingkat kelurahan maupun kecamatan. Karena dengan terbentuknya posko tersebut upaya pencegahan, penanganan dan pembinaan terhadap mereka yang terindikasi terpapar diyakini bisa berjalan maksimal.

Sementara disinggung tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, Walikota menegaskan, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah bersama TNI-Polri selama dua tahun terakhir, kesadaran itu sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan. “Sudah ada kemajuan dari sebelumnya. Apalagi dari TNI-Polri tetap melakukan pembagian masker di kelurahan-kelurahan,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional