Pemkot Berangkatkan Tujuh Naker ke Jepang

Beberapa PMI asal Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Tengah telah tiba di Jepang belum lama ini. Sejauh ini, Pemkot Mataram belum menyetop pemberangkatan PMI menuju Taiwan, Korsel, Jepang, Malaysia, dan Singapura. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram belum lama ini memberangkatkan tujuh tenaga kerja (Naker) asal Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur ke negeri Sakura, Jepang. Merebaknya isu virus Corona (Covid-19) di Negeri Sakura itu, tak berpengaruh terhadap keberangkatan naker asal Mataram untuk bekerja di Jepang.

“Kemarin ada yang sudah berangkat ke Jepang sebanyak tujuh orang. Sejauh ini tidak ada penyetopan untuk ke Jepang, kecuali ke Arab Saudi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi Rabu, 4 Maret 2020 di Mataram. Sebelumnya kata Hariadi, keberangkatan ke Arab Saudi memang mendapat penyetopan dari Kementerian Luar Negeri di pusat. Akan tetapi, jelas dia, selama ini proses pengurusan paspor di Disnaker Kota Mataram untuk TKI yang hendak menuju Arab Saudi tetap dibuka.

Iklan

“Memang keran ke Arab Saudi masih dibuka. Tapi, karena belum selesai proses administrasi makanya belum ada yang berangkat ke sana,” jelasnya. Terkait merebaknya virus Corona di Wuhan China kata Hariadi, Pemkot Mataram sudah menyetop pemberangkatan TKI menuju China. Sejauh ini, Pemkot Mataram sudah bekerjasama dengan Provinsi NTB dan Pusat untuk tidak membuka keran pemberangkatan TKI menuju negeri China.

“Koordinasi itu tetap berjalan. Tapi kan yang kita tahu belum ada penyetopan secara resmi. Tapi untuk ke China, sudah pasti kita stop,” jelasnya.

Selama ini, Disnaker kota Mataram sudah memberikan rekomendasi paspor untuk beberapa PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang akan menuju negara Taiwan, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan menuju Jepang. “Walaupun negara Jepang ada terindikasi terkena wabah virus corona, kita sudah berangkatkan tujuh orang ke sana untuk bekerja sebagai tanaga medis dan lain-lain,” katanya.

“Yang sudah berangkat kemarin itu, ada dua orang bekerja sebagai perawat  dan tenaga lainnya. Kemarin juga tujuh orang TKI itu sudah memberikan informasi jika mereka sudah sampai di sana (Jepang),” katanya.

Sejauh ini jelas Hariadi, Disnaker Kota Mataram dalam sehari saja, sekitar dua sampai tiga orang dengan tujuan negara Malaysia, Taiwan dan Korea tetap ada yang mengurus paspor. Selama tidak ada pencekalan di negera yang bersangkutan, jelas dia, Pemkot Mataram akan tetap memberikan rekomendasi keberangkatan TKI menuju negera Jepang, Korsel, Taiwan, dan Singapura.

“Kecuali jika ada perintah dari pusat untuk menyetop, kami akan stop. Yang jelas ke Arab Saudi distop dulu. Nah, untuk TKI ke Korea Selatan sejauh ini belum ada. Cuma setiap hari itu ada saja yang mengurus paspor ke Disnaker. Tapi kan belum tentu berangkat hari itu,” sebutnya.

Selama tahun 2018, jumlah TKI asal Mataram yang berangkat ke luar negeri berjumlah 500 orang. Namun, pada tahun 2019 lalu mengalami penurunan. “Mudah-mudahan tren menurun itu karena Peluang kerja di Mataram lebih bagus,” kelakarnya.

Secara terpisah, Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Bali Tosha Lombok Kochi di Mataram, Abdurrahman mengatakan, pihaknya sudah memberangkatkan PMI asal Lombok pada umumnya berjumlah tujuh orang menuju Jepang. Di antaranya, satu orang warga Abian Tubuh, satu orang warga Montong Gading Lombok Timur, empat orang warga Lombok Tengah, dan Satu orang warga dari Kuripan Lombok Barat.

Sementara jelas Rama sapaannya, wilayah kerja PMI asal Lombok di Jepang berada di wilayah kota Tokyo, Gunma, Okinawa, Tachikawa, Musashi Murayama, dan wilayah Chosi Jepang. “Rata-rata mereka bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit, instalasi kedap air, kontruksi, pengelasan, dan ada juga yang bekerja di pengecatan gedung,” terangnya.

Selama ini, jelas Rama, isu virus Corona di Jepang tak mempengaruhi pemberangkatan TKI asal Lombok dan khususnya kota Mataram. Pasalnya, pihak Jepang melakukan pengecekan secara ketat untuk warga asing yang datang ke sana. “Sejauh ini pihak negara Jepang tidak ada isu menyetop TKI asal Indonesia ke sana. Karena memang negara Jepang sangat ketat dalam segala hal. Apalagi untuk virus Corona,” tutup Rama.(viq)