Pemkot Batasi Jumlah Kunjungan ke Destinasi Wisata

H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram menyiapkan pembatasan jumlah kunjungan dan jam operasional di masing-masing destinasi dan usaha pariwisata. Hal tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) dari libur natal dan tahub baru mendatang.

“Sekarang angka pandemi (kasus penularan, Red) begitu tinggi. Kami terapkan sistem buka-tutup di semua destinasi wisata,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, Minggu, 20 Desember 2020.

Diterangkan, jika pengunjung masing-masing destinasi wisata telah mencapai 50 persen, maka tim pengawas akan menutup kawasan tersebut. Sehingga pengunjung lainnya akan diarahkan ke destinasi lainnya yang belum mencapai batas kuota.

“Sistem buka-tutup ini berlaku untuk natal dan tahun baru. Pengawasannya nanti dari TNI-Polri, Satgas Covid-19, BPBD, Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan lain-lain,” jelas Denny. Selain di destinasi wisata, aturan serupa juga berlaku di hotel dan restoran yang menyelenggarakan acara natal dan pergantian tahun.

Untuk mencegah penularan dari perayaan di hotel dan restoran, masing-masing pengelola hotel telah mengikuti rapat koordinasi di Mapolresta Mataram. “Itu sudah kita kumpulkan kemarin pemilik hotelnya. Mereka diizinkan buka dengan syarat hanya boleh 50 persen dari kapasitas ruangan dan penerapan protokol yang sangat ketat harus dilaksanakan,” ujarnya.

Persyaratan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Satgas Covid-19 untuk menerbitkan rekomendasi acara. Pengawasan akan dilakukan oleh tim gabungan pada malam perayaan natal dan tahun baru mendatang.

“Jadi acaranya sesuai rekomendasi dari Satgas Covid-19 dan Kepolisian. Kalau tidak mengikuti aturannya, nanti bisa kita tutup. Kita bubarkan acaranya yang di hotel atau restoran itu,” jelas Denny.

Terpisah, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Yono Sulityo, menerangkan jumlah hotel yang mengadakan perayaan natal dan tahun baru di Kota Mataram saat ini masih terbatas. Di mana sebagian besar hotel hanya menjual paket-paket reguler untuk makan malam dan lain-lain.

“Kalau dari yang kita lihat yang mengadakan acara itu ada Hotel Astoria, sementara yang lain tidak merayakan natal dan tahun baru. Hanya makan malam reguler yang bukan untuk merayakan tahun baru juga. Paketnya setiap hari ada,” ujar General Manager Fave hotel Langko Mataram tersebut.

Diterangkan, hal tersebut dilakukan karena sebagian besar hotel di Mataram tidak memiliki fasilitas luar ruangan yang cukup untuk melaksanakan pesta natal dan pergantian tahun. Selain itu, potensi keramaian di jalan raya saat libur juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilik usaha.

“Kalau ada acara hanya makan malam saja, sampai jam 10 malam selesai. Dari pada tamunya keluar, ramai, ditabrak mobil, lebih baik kita buat dinner reguler saja. Tidak ada yang khusus,” tandas Yono. (bay)