Pemkot Bantah Monumen Mataram Metro Miring

Pengendara melintas di ruas jalan lingkar depan monumen Mataram Metro di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Minggu, 9 Agustus 2020. Monumen ini salah satu proyek yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tetapi belum rampung. Proyek ini berpotensi kembali mangkrak karena keterbatasan anggaran. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram membantah konstruksi bangunan monumen Mataram Metro di Lingkungan Jempong, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, miring. Pengukuran kemiringan selalu dilakukan oleh rekanan untuk memastikan struktur bangunan telah sesuai.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura, Rabu, 5 Februari 2020 menegaskan, tidak ada kemiringan dari pembangunan monumen tersebut. Rekanan yang mengerjakan proyek di tahap ketiga telah mengukur dan menyetel kembali konstruksi bangunan. “Dari mana mereka tahu bangunan monumen miring. Rekanan mengukur dan menyetel lagi,” bantah Mahmuddin.

Iklan

Setiap pemasangan struktur ditimbang lagi. Rekanan memiliki alat untuk mengecek tingkat kemiringan bangunan. Jika terjadi kemiringan 10 sentimeter saja tidak bisa dipasang liftnya.

Mahmuddin mencurigai, statemen disampaikan oleh anggota Dewan pada rapat evaluasi merujuk pada keterangan yang disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada proses pengerjaan di tahun 2019 lalu. “Jangan – jangan keterangan yang kita pakai pada rapat kerja itu dijadikan alasan,” tandasnya.

Mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini berdalih, bukan dari sisi perencanaan melainkan ada kesalahan dari pelaksanaan proyek sebelumnya. Hal ini menjadi resiko saat pekerjaan dilaksanakan secara bertahap. Monumen Mataram Metro dikerjakan tiga tahap mulai tahun 2017 – 2019.

Dampak pengerjaan secara bertahap adalah rangka baja kemungkinan terjadi pergeseran saat terkena getaran. Sebab, rangka baja belum terikat seluruhnya. Saat ini, struktur bangunan sudah selesai. Dan, tidak ada perubahan dari tahap awal sampai akhir pengerjaan.

Mahmuddin menambahkan, tahap pengerjaan selanjutnya adalah pemasangan lift. Namun, tidak ada anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni 2020. “Harapan Pak Wali 2020 lift sudah dipasang,” ucapnya. Untuk lanjutan penyelesaian pekerjaan belum ada anggaran. Kemungkinan pekerjaan dilanjutkan pada APBD perubahan. (cem)