Pemkot Akui Praktik Prostitusi Terselubung Masih Ada di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengakui praktik prostitusi terselubung di kota ini masih ada. Salah satu tempat yang diduga menjadi tempat transaksi prostitusi ialah kawasan Pasar Panglima atau lebih dikenal dengan sebutan pasar beras di Cakranegara.

“Kami tentu tidak bisa menutup mata bahwa praktik-praktik prostitusi terselubung itu masih ada di kota ini, di Mataram,” ungkap Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Selasa, 25 April 2017.

Iklan

Ia menyampaikan praktik semacam ini tak mudah dihilangkan atau dihentikan. Pasalnya banyak modus yang digunakan orang-orang yang terlibat di dalamnya saat menjalankan aksinya. Mohan juga mengatakan dengan kondisi Pasar Panglima saat ini, pemanfaatan kawasan itu sebagai tempat transaksi prostitusi sangat memungkinkan.

“Ini juga memang bukan sesuatu yang mudah untuk bisa kita hilangkan karena praktik-praktik seperti ini (menggunakan) berbagai macam modus. Kalau yang di Pasar Panglima, saya melihat potensi itu ada, ada kemungkinan kegiatan-kegiatan prostitusi di situ,” jelasnya.

Mohan merencanakan penempatan kembali tim terpadu di kawasan itu. Beberapa waktu lalu Pemkot Mataram pernah menempatkan tim terpadu yang berjaga sepanjang malam. Namun setelah beberapa bulan berjalan, pengawasan dihentikan. Nantinya pemantauan oleh tim terpadu akan diberlakukan sementara. “Kalau kita harus mengeposkan petugas di situ, enggak bisa kita lakukan dalam jangka waktu lama karena aktivitas seperti ini selalu kucing-kucingan,” ujarnya. Biasanya setelah ada petugas yang berjaga, kawasan itu akan sepi dari aktivitas orang-orang yang diduga melakukan transaksi prostitusi di tempat itu. Namun setelah petugas pergi, mereka akan kembali beraksi.

Revitalisasi Pasar

Selain itu, Mohan juga berencana akan melakukan revitalisasi terhadap pasar yang dijadikan pusat penjualan hewan tersebut. Dengan revitalisasi,  diharapkan kawasan itu tak lagi dijadikan tempat transit bagi para PSK. “Kami sedang merencanakan untuk bisa mengubah konsep pasar itu. Saya juga pernah mengecek aktivitas siang hari di pasar burung itu. Siang hari kegiatan ekonomi bergerak di situ. Dan malam hari mungkin bisa digunakan untuk kegiatan (transaksi) prostitusi,” jelasnya.

Dengan program revitalisasi, maka pasar itu akan lebih tertata. Konstruksi bangunan juga akan dibuat lebih terbuka dan akan dibuat konsep pasar sehat. “Kalau kita lakukan perombakan di pasar itu, aktivitas siang malam di situ bisa lebih terkontrol,” ujarnya. Pada malam hari, penerangan di pasar juga akan dibuat lebih benderang.

Terkait anggaran yang disiapkan, Mohan tidak menyebut secara rinci. Hanya saja menurutnya anggaran yang dibutuhkan tak terlalu besar. Revitalisasi ini merupakan rencana jangka panjang Pemkot Mataram untuk mengatasi persoalan di kawasan itu. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here