Pemkot akan Putus Kontrak Proyek Jembatan Dasan Agung

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram akhirnya mengambil sikap tegas terhadap keterlambatan pengerjaan proyek. CV. Limbu Indah, rekanan yang mengerjakan jembatan Dasan Agung diputus kontrak.

Sementara itu, Puskesmas Selaparang dikerjakan CV. Merta Galih dengan nilai kontrak Rp 940.000.000,00  dari pagu Rp 1 miliar, diperpanjang waktu pengerjaannya sampai 50 hari.

Iklan

Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH.MH., Selasa, 21 November 2017 menyatakan, proyek Puskesmas Selaparang diputuskan untuk memperpanjang kontrak selama 50 hari setelah hasil kesepakatan bersama dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan.

Akan tetapi, tim diminta mengkroscek ke lapangan progres pekerjaan rekanan tersebut. Jangan sampai perpanjangan ini dimanfaatkan, namun justru tidak ada perkembangan. “Saya sudah panggil rekanan, PPK dan KPA. Mereka sepakat untuk memperpanjang. Tapi saya minta terus dipantau,” kata Wartan.

Sebagai pembina sekaligus pengawas pembangunan, ia mengarahkan supaya rekanan mempercepat pelaksanaan agar selesai tepat waktu. Bila tidak memenuhi target akan dikenakan sanksi berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Sementara, proyek jembatan masih akan dibahas bersama SKPD teknis dan rekanan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menegaskan, kemungkinan rekanan yang mengerjakan jembatan Dasan Agung diputus kontrak. Sebab, defiasi sampai saat ini mencapai 60 persen. Keputusan pemutusan kontrak itu akan dirapatkan bersama Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan (APP), Badan Keuangan Daerah,PPK, KPA dan rekanan.

“Hari ini (kemarin,red) kita akan rapatkan bersama Pak Asisten II,” kata Mahmuddin.

Dikatakan, bobot kerja telah diselesaikan rekanan baru 26 persen. Pihaknya tidak bisa memberikan pembayaran termin karena bobot pekerjaan tidak sampai. Minimal pembayaran termin bobot pekerjaan 35 – 40 persen.Mahmuddn mengkhawatirkan jika diberikan pembayaran termin kemudian lari akan meninggalkan masalah.

“Uang muka 30 persen. Kalau diberikan 30 persen jadi masalah. Sekarang uang muka 30 persen diambil itu harus dikembalikan, karena ada kelebihan empat persen,” sebutnya. (cem)