Pemkot akan Isolasi Santri dari Situbondo

Wisma Nusantara Mataram, Minggu, 29 Maret 2020, yang akan dijadikan sebagai tempat isolasi warga Mataram yang datang dari luar daerah, termasuk para santri Situbondo yang mudik ke Mataram pekan depan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 45 santri asal Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur yang pulang dari Situbondo akan di-screening dan dicek kesehatannya di Mataram. Pemkot juga akan mengisolasi semua santri asal kota Mataram di Wisma Nusantara sepulang dari Situbondo, Jawa Timur, 3 April 2020 mendatang.

“Santrinya sebanyak 24 orang dan nanti tanggal 3 April itu ada santriwati sekitar 23 orang. Mereka menggunakan bus khusus dari pondoknya di Jawa menuju Lombok lewat perjalanan darat dan laut. Semua santri kita akan coba screening di Puskesmas Babakan terlebih dahulu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Sabtu, 28 Maret 2020.

Iklan

Usman menyebut, kebanyakan santri yang pulang dari Situbondo ini berasal dari Kecamatan Sandubaya. Itulah alasannya, semua santri yang pulang ke Mataram menggunakan bus dari Situbondo akan dilakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas Babakan. Hal itu menjadi kesepakatan yang diambil pada rapat lanjutan penanganan Covid-19 di Mataram, Sabtu. Semua santri akan diisolasi di Wisma Nusantara selama 14 hari.

Senada dengan itu, Sekda Kota Matara, H. Effendi Eko Saswito mengatakan, Wisma Nusantara akan dikhususkan menjadi lokasi isolasi semua warga ODP di Mataram. Pemkot tidak bisa menggunakan asrama haji NTB sebagai lokasi isolasi ODP.  “Karena asrama haji menjadi kebijakan Provinsi NTB,” jelasnya.

“Kita bisa sewa itu Wisma Nusantara menjadi ruang isolasi ODP di Mataram. Sementara untuk Asrama Haji itu penanganannya kan wilayah Provinsi,” katanya. Ditambahkan Effendi, upaya itu memberikan batasan untuk menyelamatkan warga Kota Mataram dari sebaran Covid-19 di Mataram. (viq)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional