Pemkot akan Buka Kembali Pasar Ternak

Seorang pengendara melintas di depan pintu gerbang Pasar Ternak Selagalas di Kelurahan Selagalas, Senin, 22 Juni 2020. Pasar ini dijadwalkan akan dibuka kembali pada Kamis, 25 Juni 2020. Pedagang dan pengunjung diharapkan mentaati protokol kesehatan Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram akan kembali membuka pasar ternak di Kelurahan Selagalas. Denyut perekonomian diharapkan kembali normal. Meskipun demikian, protokol kesehatan masih menjadi tantangan berat pemerintah.

Keputusan membuka pasar ternak Selagalas berdasarkan instruksi  Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Pertimbangannya memasuki hari raya Idul Qurban permintaan kebutuhan hewan ternak di Mataram sangat tinggi. Jika tidak ada akses dikhawatirkan masyarakat kesulitan mencari hewan ternak untuk dikurban pada Hari Raya Idul Adha akhir Juli mendatang.

Iklan

“Permintaan dari Pak Wali dibuka mulai hari ini. Tapi kami minta waktu mulai bukannya hari Kamis,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram Ir. H. Mutawalli ditemui, Senin, 22 Juni 2020.

Pertimbangan lainnya adalah pemberdayaan ekonomi. Selama pandemi Covid-19 aktivitas ekonomi di Pasar Ternak Selagalas lumpuh. Pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil lainnya saat ini telah mendesak pemerintah untuk membuka. Pemkot Mataram memberikan ruang ke pedagang maupun peternak dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Mutawalli menggambarkan Pasar Ternak Selagalas adalah pasar hewan terbesar di Pulau Lombok setelah pasar ternak di Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pengusaha ternak se – Pulau Lombok datang. “Ini pasar hewan besar. Sama seperti di Masbagik,” sebutnya.

Sebelum dibuka, Dinas Pertanian akan menyemprotan pasar ternak tersebut dengan cairan disinfektan. Memasang tempat pencuci tangan. Pengeras suara. Menyiapkan tim untuk mengawal terutama dari unsur kepolisian, kelurahan dan pengusaha.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya mewajibkan pedagang maupun pembeli mengenakan masker. Mutawalli mengakui, pengaturan jarak atau social distancing dan physical distancing menjadi tantangan berat. Pihaknya akan mengerahkan petugas untuk mengingatkan kembali pedagang maupu pengunjung di pasar ternak. “Itulah yang menjadi titik berat kita sekarang. Tapi kita akan sampaikan melalui pengeras suara untuk menjaga jarak dan memakai masker serta sering mencuci tangan,” ujarnya.

Di satu sisi, ketersedian daging sapi masih aman dan harganya stabil. Sementara kebutuhan hewan ternak untuk kurban diproyeksi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada masa pandemi kemungkinan warga sedikit yang akan berkurban. Untuk harga satu ekor sapi pada kisaran Rp12 juta – Rp15 juta. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional