Pemkot akan Bangun Kamar Khusus untuk Ahmad Nawawi

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melalui Dinas Perdagangan akan membangun kamar khusus di dalam area Pasar Rembiga untuk Ahmad Nawawi. Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Nawawi yang bekerja sebagai penjaga pasar itu telah belasan tahun tinggal di tempat tak layak. Ia membuat tempat tinggal seadanya di atas saluran pembuangan di dekat tembok bangunan pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi kepada Suara NTB mengatakan pihaknya akan segera membuat bangunan khusus untuk Nawawi. Karena ia juga menilai tempat tinggal Nawawi saat ini sangat tidak layak. Ia bersama jajarannya juga telah memantau kondisi Pasar Rembiga dan dalam kesempatan tersebut ia juga melihat tempat tinggal penjaga pasar itu.

Iklan

“Nanti ada solusilah. Nanti kita cari tempat yang layak. Apalagi dia ini kan penjaga malam. Ini pegawai kita dan SDM yang kita punya. Setelah saya melihat tidak layak sekali untuk penjaga malam yang sekaligus dijadikan tempat tinggal,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Mataram ini.

Alwan mengatakan pihaknya akan berupaya mencari anggaran agar segera bisa membangun kamar khusus untuk Nawawi. Kendati yang akan dibangun tak sebesar rumah pada umumnya, namun terpenting tempat itu layak ditinggali. Kamar khusus itu juga akan dilengkapi kamar mandi atau MCK.

“Kita buatkan untuk satu kamar. Yang penting ada tempat untuk kamar mandinya, kamar tidurnya. Itu sudah tidak layak. Ini baru saya tahu, baru saya lihat,” jelasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, ia dan jajarannya turun ke beberapa pasar tradisional untuk melihat kondisi riil sekaligus dalam rangka pemetaan persoalan pasar. Ia tidak ingin hanya mendapat laporan dari kepala pasar, melainkan harus melihat langsung segala persoalan menyangkut pasar tradisional.

“Kita mau lihat langsung apa sih keluhannya. Apa yang menjadi prioritas,” jelasnya.

Melalui peninjauan lapangan ini, pihaknya bisa menentukan skala prioritas untuk penanganan pasar tradisional. Karena menurut Alwan tiap pasar tradisional memiliki persoalan yang berbeda dan cara penyelesaiannya pun berbeda.

“Karena masing-masing pasar ini berbeda. Berbeda masalahnya, beda perlakuannya, treatment-nya juga beda,” demikian Lalu Alwan Basri. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here