Pemkab Usulkan Bungin Sebagai Lokasi DAK Terintegrasi

Pokja Kabupaten Sumbawa saat turun survei ke lokasi usulan DAK Terintegrasi di Pulau Bungin. Didampingi anggota DPRD Sumbawa dari wilayah setempat, M. Tahir.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) mengusulkan pulau terpadat dunia, Pulau Bungin sebagai lokasi DAK Terintegrasi dengan nilai bantuan Rp. 50 Miliar.

Sebagaimana disampaikan Kabid Kawasan Permukiman, Alfiansyah S.STP melalui Kasi Penataan Kawasan Permukiman, Alwan Patawari S.T, didampingi Asisten Koordinator Program KOTAKU Kabupaten Sumbawa, Nurhasanah. Usulan DAK Terintegrasi ini nantinya akan diikutkan dalam “beauty countest” dalam satu kawasan. Kalau terpilih, maka Sumbawa bisa mendapatkan DAK ini pada 2023 mendatang. “Usulannya masuk tahun ini. proposalnya sedang digodok. Kalau dapat maka realisasinya nanti pada 2023,”terangnya.

Iklan

Nurhasanah menambahkan, konsep DAK Terintegrasi ini, tercakup didalamnya, air minum, sanitasi hingga perumahan. Untuk penuntasan wilayah kumuh. Dengan nilai anggaran mencapai Rp. 50 Miliar.

Terkait hal ini, Tim Pokja Kabupaten Sumbawa, yang terdiri dari beberapa unsur seperti Bappeda, Dinas PRKP, Dinas PUPR, dan konsultan KOTAKU sudah turun melakukan survei lokasi usulan. Didampingi anggota DPRD Sumbawa dari Dapil IV yang kebetulan berasal dari Pulau Bungin, M. Tahir. Pada awal penentuan lokasi pun, Tim dari Kementrian juga sudah turun ke lokasi. “Pusat telah memberikan sinyal saat turun. Makanya kita masukkan proposal,” kata Alwan. (arn)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional