Pemkab Sumbawa Gencar Koordinasi Soal KEK Teluk Santong

H. Junaidi. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa gencar melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terhadap rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Santong. Upaya ini selain untuk mempercepat izin penetapan, juga mendorong pengusaha untuk berinvestasi di kawasan setempat.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si menyampaikan, Pemkab Sumbawa masih melakukan upaya persiapan administrasi terkait rencana pembangunan KEK Teluk Santong. Selain itu juga melakukan upaya koordinasi dengan kementerian terkait dan beberapa calon investor. “Intinya sekarang ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa sedang melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak. Baik pemerintah pusat dan provinsi maupun juga dengan pihak dunia usaha yang punya potensi untuk mau ke Sumbawa,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman dan Investasi. Kemudian untuk mendorong adanya investasi di KEK Teluk Santong, juga sudah dilakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait. Seperti halnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas termasuk kaitan pabrik pengolahan  hasil perikanan dan lainnya untuk mengisi kawasan zona industry. “Pemkab Sumbawa melakukan koordinasi di tingkat pusat dalam rangka untuk bisa  mendapatkan dua hal. Pertama kaitan ijin penetapan, kedua kaitan dukungan dorongan pengusaha untuk datang ke Sumbawa,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Dewan KEK untuk mendapatkan arahan dan petunjuk terhadap langkah apa yang segera ditempuh. Saran pendapat dari Dewan KEK ini dinilai sangat penting untuk mensukseskan hajat besar pembangunan KEK Teluk Santong. “Karena ini hajat besar, maka saran pendapat dari Dewan KEK juga kemarin kita sudah peroleh. Dengan harapan supaya langkah kita dari awal bisa mendapatkan gamabaran jelas yang kita tempuh untuk tahap berikutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkab Sumbawa juga sudah melakukan studi atau audiensi dengan daerah lain yang juga sedang melakukan pengurusan pembangunan KEK. Seperti halnya Kalimantan Selatan terkait KEK di wilayah setempat. Hal ini karena pihaknya ingin mengetahui sejauh mana proses yang sudah dilakukan, apa permasalahannya dan langkah apa yang dilakukan. “Sehingga itu menjadi pembelajaran atau pengalaman berharga bagi kita untuk melakukan itu (pembangunan KEK Teluk Santok red),” pungkasnya. (ind) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here