Pemkab Segera Tuntaskan Persoalan Lahan Shrimp Estate

H. Junaidi (Suara NTB/arn)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Program Shrimp Estate Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, di Sumbawa membutuhkan lahan sedikitnya seribu hektar. Dari kawasan pertambakan di tiga desa di kecamatan Moyo Utara. Lahan tersebut harus bersih dan tuntas pada tahun ini. Agar program dimaksud dapat dilaksanakan di tahun depan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Junaidi M.Si, saat ditemui Suara NTB, Jumat, 3 September 2021. Untuk lahan saat ini masih tahapan pemetaan pengukuhan bidang lahan dari masing-masing pemilik lahan. Sekaligus mengetahui secara pasti luasan lahan maupun pemiliknya. Mana lahan yang masuk dalam kawasan pertambakan (tambak) maupun lahan pertanian pertanian tidak produktif yang berpotensi dijadikan tambak.

Iklan

Untuk merealisasikan program dimaksud, maka persoalan lahan harus bersih dan tuntas. Serta ada kesepakatan bersama seluruh pemilik lahan untuk menerima program ini. Dari hasil pemetaan, ada sekitar 600 hektar lebih lahan yang sebelumnya masuk dalam kawasan pertambakan. Termasuk di dalamnya tanah aset Pemkab. Kemudian sisanya sekitar 300 hektar lebih yang kini belum selesai dilakukan pengukuran. Pada lahan pertanian yang tidak produktif. “Sejauh ini belum ada suara penolakan masyarakat. Hanya masyarakat di tiga lokasi shrimp estate, yakni desa Penyaring, Baru Tahan dan Kuken membutuhkan penjelasan,” kata Junaidi.

Kepala Bappeda memperkirakan pada pertengahan tahun ini, persoalan lahan bisa tuntas. Kalau persoalan lahan sudah tuntas, maka ada proses rencana revisi tata ruang yang akan diproses oleh Pemprov dan Pemkab Sumbawa. Diketahui nilai program shrimp estate ini sebesar Rp 4 Triliun. Berasal dari dana pinjaman luar negeri. (arn)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional