Pemkab Manggarai Barat akan Kembali Studi Banding Jagung di Dompu

Hamparan jagung hibrida di Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat Provinsi NTT akan kembali melakukan studi banding soal jagung di Kabupaten Dompu. Rencana ini tidak lepas dari cerita sukses Kabupaten Dompu mendorong program jagung di lahan tadah hujan dan kini menjadi jagung sebagai komoditi unggulan yang mampu mendorong perekonomi daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pt kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 9 Maret 2020 membenarkan rencana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat yang akan melakukan studi banding ke Kabupaten Dompu terkait pengembangan jagung hibrida di lahan kering. Studi banding ini akan menjadi wadah peningkatan kapasitas aparatur dan forum berbagai pengalaman bagi Pemkab Manggarai Barat.

Iklan

Studi banding ini menjadi kunjungan kedua dari Pemkab Manggarai Barat. Sebelumnya datang ke Dompu yang divasilitasi NGO bersama Manggarai Timur dan dihadiri oleh kepala daerah masing – masing. “Sekarang mereka lebih spesifik, sehingga mereka ajak serta mantri Tani atau kita sebut penyuluh pertanian,” katanya.

Sentra pengembangan jagung hibrida di Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa yang sempat dikunjungi Prosiden Joko Widodo tahun 2015 lalu akan menjadi tempat kunjungan peserta studi banding selain melakukan tatap muka dan diskusi di ruangan.

Pengembangan jagung hibrida di Kabupaten Dompu mulai digalakkan pemerintah daerah sejak musim hujan Oktober 2010 – Maret 2011 atau awal kepemimpinan Drs H Bambang M Yasin – Ir H Syamsuddin H Yasin, MM. Periode awal kepemimpinan H Bambang M Yasin di Dompu ini mendapat banyak tantangan dalam pengembangan jagung. Selain faktor sarana dan prasarana yang belum menunjang, pasar jagung dalam daerah juga masih cukup sulit.

Namun H Bambang M Yasin melihat peluang pasar nasional, dimana para pengusaha pakan sangat bergantung pada jagung import untuk memenuhi kebutuhan jagung sebagai bahan dasar produknya. Meyakinkan pengusaha pakan ternak untuk membeli jagung dalam negeri dengan mendatangi pengusaha – pengusaha pakan di Surabaya hingga Jakarta dilakukan dengan membawa sample jagung produk Dompu.

Belum lagi meyakinkan pemerintah pusat untuk menahan import jagung dan memberi keyakinan bahwa kebutuhan jagung dalam negeri bisa dipenuhi sendiri. Secara bertahap, upaya H Bambang M Yasin bersama jajaran Pemda Dompu mulai diyakini seiring berdatangannya pejabat pusat yang membawa serta para pengusaha pakan.

Jagung hibrida yang sangat dipengaruhi oleh pemupukan yang berimbang ini akhirnya bisa diatasi dengan mendorong petani tidak membeli pupuk saat musim tanam, tapi jauh sebelum tanam dilakukan dan pemilihan bibit unggul. Untuk permodalan, BRI diyakinkan agar bisa memberi pinjaman KUR kepada petani dan kini perbankkan memudahkan petani untuk mendapatkan modal.

Jagung Kabupaten Dompu, saat ini menjadi jagung berkualitas. Pengusaha pakan menjadikan jagung Dompu sebagai jagung perekat dan campuran utama bagi produk pakan ternaknya. Produksi jagung juga bisa dijaga kontinyuitasnya, sehingga para pengusaha tetap bisa membawa jagung dari Dompu. Kini Pemda Dompu sedang mengupayakan agar jagung Dompu tidak hanya dikirim dalam bentuk pipilan ke luar, tapi bisa menjadi produk olahan termasuk pakan ternak. (ula/*)