Pemkab Lotim Tertibkan Guru Honorer

Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim,  Yulian Ugi Lusianto (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) saat ini tengah melakukan penertiban terhadap tenaga guru honorer yang ada di daerah ini. Di mana prosesnya saat ini masih dalam tahap verifikasi berkas oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim sejak diserahkan oleh para guru beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, dikonfirmasi Suara NTB, Rabu,  2 Januari 2019. Adapun, katanya, dalam proses verifikasi yang dilakukan ini untuk mencocokkan nama, tempat tanggal lahir, pendidikan, tahun lulus pada ijazah terakhir.

Iklan

Selain itu mengetahui jabatan, tempat tugas serta menghitung masa kerja sesuai SK yang ada dan mengelompokkan SK-SK sebelumnya dari para tenaga honorer yang ada di Kabupaten Lotim. “Kita masih verifikasi berkasnya,” terangnya.

Dalam tahap verifikasi berkas ini, Ugi-sapaan akrabnya mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah guru yang menyerahkan berkasnya. Jumlah itu dapat diketahui setelah proses verifikasi tuntas. Terlebih data berkas yang dilakukan verifikasi bercampur antara tenaga pendidik dan non kependidikan. Setelah proses verifikasi ini nantinya akan diserahkan langsung kepada bupati selaku pemangku kebijakan. “Insya Allah, berkasnya sudah masuk ke mejanya beliau (bupati,red) bulan ini,”ujarnya optimis.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lotim, Lalu Suandi, S.Sos mengatakan, untuk mempercepat proses evaluasi ini. Ribuan guru honorer diketahui sudah mengumpulkan berkasnya ke BKPSDM Lotim untuk dilihat masa kerjanya dan selanjutnya diklasifikasikan. Untuk masa kerja 1-5 tahun akan diberikan SK bupati, masa kerja 6-10 tahun akan dibentuk kelompok kerja, dan 10 tahun keatas akan mendapat perjanjian kerja yang SK-nya merupakan SK bupati.

Jumlah guru honorer yang ada di Kabupaten Lotim sampai saat ini lebih dari 4.000 guru yang diminta untuk menyerahkan berkasnya, untuk kemudian dilakukan evaluasi oleh BKPSDM. Sementara untuk posisi Dikbud yakni memberikan data dan memanfaatkan tenaga yang nantinya akan ditetapkan. Dalam proses evaluasi ini, mantan Kadishub Lotim ini berharap tidak ada guru honorer yang dinonjobkan, terlebih hingga saat ini Lotim masih masih kekurangan ribuan guru PNS. (yon)