Pemkab Lotim Tak Mampu Bayar Honorer Sesuai UMK

Wabup Lotim,  H. Rumaksi Sjamsuddin (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) sedang proses evaluasi terhadap seluruh honorer. Di mana, jumlah honorer di Lotim ini mencapai 4.600 orang. Mengingat banyaknya jumlah honorer tersebut, Pemkab Lotim tidak mampu membayar gaji bulanannya sesuai standar upah Minimum Kabupaten (UMK).

Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin, mengaku, UMK Rp 2,012 juta per bulan terlalu tinggi. Pemerintah daerah Kabupaten Lotim belum mampu membayar, karena ketidakmampuan anggaran daerah.

Iklan

Apakah dibayar Rp 750 ribu per bulan lagi, wabup mengaku pihaknya masih menganalisa. Menurutnya, dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membayar gaji honorer, sehingga Pemkab Lotim ini berpikir panjang untuk mengangkat honorer lagi.

Membayar gaji honorer ini, katanya, tidak cukup dengan Al Fatihah, kecuali tenaga honorer mau. Sekarang ini, ujarnya, Pemkab Lotim sedang mengevaluasi honorer guna menerapkan sistem penggajian secara berkeadilan.

Evaluasi honorer ini dilakukan guna memastikan semua honorer dapat menerima penghasilan sesuai dengan masa kerja. Semakin lama masa kerjanya, maka semakin tinggi pendapatan yang akan diberikan.

Prinsip anggaran untuk para honorer sudah dipersiapkan. Data jumlah penerima ini pun sudah dikantongi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lotim. Penerapan hasil evaluasi ini pun katanya masih memerlukan waktu untuk dilaksanakan. “Jangan ente kira kita bisa kerjakan dalam satu hari,” demikian paparnya. (rus)