Pemkab Lotim Minta Empat Toko Segera Dikosongkan

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersikeras untuk mengambil lahan di jalan Pejanggik Pancor untuk pelebaran jalan dan pembuatan taman. Pemda menilai, lahan yang saat ini ditempati oleh empat toko tersebut secara resmi milik Pemkab Lotim yang dibuktikan dengan sertifikat hak milik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. Rohman Farly, Rabu, 4 Oktober 2017 mengatakan, persoalan pembebasan lahan yang terdapat depan Masjid Besar Pancor tersebut saat ini sudah dikoordinasikan dengan Asisten I serta BPN Lotim.

Iklan

Apabila pemilik toko yang mengklaim jika lahan itu miliknya, Sekda menantang supaya persoalan tersebut dapat diselesaikan secara hukum administrasi. “Silahkan saja mengklaim bahwa lahan itu miliknya, tapi mari tunjukkan bukti,” tantangnya.

Terkait dengan pipil persil yang dimiliki oleh sejumlah pemilik toko, dijelaskan Sekda bahwa untuk ukuran regulasi yang sekarang bahwa pipil dan persil itu hanya dibuat untuk penagihan pajak. Tidak bisa dijadikan atau diartikan sebagai bukti hak milik. Yang menjadi bukti hak milik sekarang ini, kata Sekda adalah adanya sertifikat.

“Kalau sekian puluh tahun sudah menjadi sertifikat, maka tentu akan dibuktikan secara administrasi,” tegasnya lagi.

Selain itu, Sekda juga mengatakan bahwa sebelum dilayangkannya surat permintaan pengosongan terhadap sejumlah ruko, dijelaskan bahwa sejak awal sudah dilakukan sosialisasi dan pemberitahuan beberapa kali.

“Tetap kita utamakan sosialisasi dan musyawarah beberapa kali sejak lama. Intinya untuk penyelesainnya, kita kembali kepada hukum administrasi. Kalau dia merasa dia yang punya lahan, mana buktinya yang ditunjukkan dengan sertifikat,” jelasnya.

Terkait permintaan ganti rugi, dijelaskan bahwa langkah tersebut sah-sah saja dilakukan karena merupakan hak dari warga negara. Hanya menurut Sekda, permintaan ganti rugi itu harus dapat ditunjukkan dengan alat bukti sebagai dasarnya. “Kita tetap tegak pada sertifikat yang ada,” pungkasnya.

Sebelumnya, Abdullah Madan, salah seorang pemilik toko mengaku terkejut dengan surat perintah pengosongan yang diterimanya dari Pemkab Lotim tersebut. Dimana, terdapat empat empat toko yang diminta untuk dikosongkan yakni toko Abadi, toko Konika, toko Pancor Indah dan toko Aloha.

Pengosongan empat toko tersebut terkait akan dilakukan pelebaran jalan di komplek pertokoan tersebut. “Ada perintah dadakan dari Sekda untuk segera mengosongkan, sehingga membuat para pemilik toko yang terdapat di depan Masjid Pancor terkejut,” jelasnya. (yon)